Kominfo Papua Selatan Pastikan Kesiapan Jaringan Internet Jelang Pindah Kantor ke Pusat Pemerintahan Salor

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Selatan, Nugroho Asrianto pose bersama para jurnalis di Sekretariat Komunitas Wartawan Daerah (KWD) Papua Selatan, Senin (8/12/2025).

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (KOMINFO) Provinsi Papua Selatan, memastikan kesiapan infrastruktur jaringan internet untuk mendukung operasional di Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) Salor.

Hal ini seiring rencana Gubernur Papua Selatan yang menargetkan apel perdana pada 5 Januari 2026 sekaligus mulai berkantornya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lokasi baru.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Selatan, Nugroho Asrianto, menyampaikan bahwa kantor Gubernur telah mencapai 99 persen penyelesaian dan ditargetkan serah terima kunci pada Desember 2025, bersamaan dengan Kantor DPR. Sementara kantor MRP diperkirakan rampung pada Juni–Agustus 2026.

Untuk sementara, sejumlah OPD akan memanfaatkan rumah susun (rusun) dan rumah tapak yang tersedia sebagai kantor sementara. Tiga blok rusun diperuntukkan bagi pegawai, sementara 50 unit rumah tapak dialokasikan untuk operasional OPD sebelum gedung definitif dibangun.

Berkaitan dengan jaringan internet untuk menunjang kerja-kerja OPD, saat ini seluruh jaringan internet OPD yang beroperasi dari Kota Merauke terhubung melalui Kominfo bekerja sama dengan Telkom menggunakan jaringan kabel Fiber Optik (FO). Kominfo telah bersurat kepada Telkom untuk memindahkan koneksi ke KPP Salor.

“Kita sudah bersurat ke Telkom, namun mereka menunggu gedung kantor di Salor benar-benar siap sebelum menarik jaringan FO,” jelas Nugroho saat berkunjung ke Sekretariat Komunitas Wartawan Daerah (KWD) Papua Selatan, Senin (8/12/2025).

Jaringan FO milik Telkom saat ini sudah mencapai wilayah Kurik. Tahap selanjutnya adalah penarikan kabel khusus menuju kawasan pemerintahan, yang sementara akan ditopang melalui instalasi kabel udara (tiang), sebelum kemudian dipermanenkan melalui jalur bawah tanah agar lebih rapi dan aman.

Menunggu selesainya jaringan FO, Pemprov Papua Selatan sudah menyiapkan akses internet cadangan melalui Starlink.

“Begitu menerima kunci kantor, perangkat yang ada tinggal dipindahkan ke Salor,” terangnya.

Selain itu, Pemprov juga menjajaki kerja sama dengan Telkomsat untuk menyediakan tambahan satu unit Community Gateway sebagai dukungan konektivitas di Salor. Pembahasan kini memasuki tahap awal terkait pola pembiayaan dan mekanisme penyediaannya Community Gateway.

Satu hal penting adalah keberlangsungan server utama yang mengoperasikan layanan internal seluruh OPD.

“FO ini menghidupi server utama. Jika sampai 5 Januari jaringan belum masuk Salor, maka server akan kami titipkan di kantor Telkom Merauke sementara waktu, hingga FO ditarik masuk ke KPP Salor,” ujar Kadis Kominfo.

Server tersebut terdiri dari satu rak dengan enam server inti yang menjadi pusat data dan layanan digital pemerintah provinsi.

Untuk melayani server utama, saat ini Pemprov membutuhkan bandwidth 300 Mbps dedicated. (AL/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!