Kolaborasi Multipihak Dorong Pengelolaan Sampah Organik untuk Wujudkan Papua Selatan Rendah Emisi dan Berkelanjutan
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama WWF Indonesia Program Papua serta para pihak memperkuat komitmen dalam pengelolaan sampah organik berkelanjutan melalui penyelenggaraan lokakarya penjajakan pengelolaan sisa sampah organik, khususnya sampah makanan, menjadi sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Halogen, Merauke, ini menjadi langkah awal membangun sinergi lintas sektor untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus menciptakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.
Tantangan pengelolaan sampah di Indonesia masih didominasi tingginya angka Susut dan Sisa Pangan (SSP) atau food loss and waste. Sebagian besar sampah organik, termasuk sisa makanan, masih ditangani secara konvensional melalui pembuangan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan emisi gas metana, yang memiliki dampak terhadap pemanasan global hingga 28 kali lebih besar dibandingkan karbon dioksida.
Padahal, apabila dikelola secara optimal, sampah organik memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi sumber energi terbarukan yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat. Papua Selatan menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki peluang strategis untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis pengelolaan sampah organik.
Lokakarya ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam penerapan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) serta pencapaian target penurunan emisi sektor limbah sebesar 30 persen. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, sekolah, hingga pelaku sektor energi.

Peserta yang hadir antara lain perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua Wilayah III Papua Selatan dan Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Pemerintah Kabupaten Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat, perusahaan perkebunan kelapa sawit, pelaku usaha pengelolaan sampah, sekolah Adiwiyata, organisasi masyarakat sipil, serta pemerhati lingkungan.
Dalam forum tersebut, WWF Indonesia Program Papua bersama para pemangku kepentingan memperkenalkan inisiatif penjajakan pengelolaan Susut dan Sisa Pangan melalui skema asistensi Independent Power Producer (IPP) POME. Inisiatif ini membuka peluang penerapan teknologi pengolahan sampah organik menjadi energi alternatif, seperti biogas, yang dapat memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi secara bersamaan.
Selain memperkuat pemahaman bersama mengenai potensi pengelolaan sampah organik, lokakarya juga menjadi wadah diskusi strategis untuk memetakan wilayah prioritas, mengidentifikasi pilihan teknologi yang sesuai dengan karakteristik bentang alam Papua Selatan, serta menyusun rekomendasi tindak lanjut jangka pendek dan menengah bagi pemerintah daerah dan mitra pembangunan.
Waste Management Specialist WWF Indonesia Program Papua, Dony Kristiawan, menegaskan bahwa persoalan food loss and waste tidak semata-mata berkaitan dengan pengelolaan sampah, tetapi juga menyangkut upaya mitigasi perubahan iklim dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Pengelolaan susut dan sisa pangan yang baik memberikan manfaat berlipat. Selain mampu menekan emisi gas rumah kaca dan mengurangi dampak perubahan iklim, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta menghasilkan sumber energi alternatif yang berkelanjutan,” ujar Dony.
Melalui kolaborasi multipihak ini, diharapkan lahir komitmen bersama untuk membangun sistem pengelolaan sampah organik yang lebih rendah emisi, berkelanjutan, dan adaptif terhadap kondisi lokal Papua Selatan.
Upaya tersebut tidak hanya mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional, tetapi juga membuka ruang inovasi energi terbarukan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- EBT Papua Selatan
- ekonomi hijau Papua
- emisi gas metana
- energi baru terbarukan
- energi biogas
- energi terbarukan Indonesia
- food loss and waste
- inovasi energi terbarukan
- Kabupaten Merauke
- ketahanan iklim
- lingkungan hidup Papua
- lokakarya lingkungan Merauke
- Medco Energi
- Papua Selatan
- Papua Selatan rendah emisi
- pembangunan berkelanjutan
- pengelolaan limbah organik
- pengelolaan sampah berkelanjutan
- pengelolaan sampah organik
- pengurangan emisi karbon
- perubahan iklim
- program 3R
- sampah makanan
- sisa pangan
- WWF Indonesia Papua










Tinggalkan Balasan