KKB Papua Rilis Video Pengakuan Atas Insiden Brutal Terhadap Pilot dan Nyatakan Diri Siap Perang
BATASPAPUA.COM, YAHUKIMO – Sebuah video berisi pernyataan seorang pria yang mengaku bagian dari kelompok bersenjata di Papua viral di media sosial setelah memuat rangkaian pengakuan terkait sejumlah aksi penembakan di wilayah Yahukimo. Dalam rekaman tersebut, pria itu memperkenalkan diri sebagai bagian dari struktur komando dan menyebut identitas serta perannya dalam operasi yang diklaim dilakukan kelompoknya.
Ia membuka pernyataannya dengan menegaskan bahwa aksi penembakan terhadap pesawat dilakukan oleh kelompoknya.
“Kemarin pilot dan copilot jelas itu kami yang tembak atas perintah Panglima Elkius Kobak dan Mayor Kopi Tua Heluka… yang melakukan kami Batalion Kanipat,” ucapnya.
Anggota KKB dalam rekaman tersebut juga menyebut sejumlah nama yang disebut sebagai bagian dari komando lapangan serta menegaskan dirinya adalah komandan operasi batalion tersebut.
Dalam lanjutan pernyataan, pria itu kembali menegaskan pengakuannya dan menyebut tindakan penembakan di Yahukimo dilakukan atas instruksinya.
“Hari ini kami mengaku bahwa benar kemarin penembakan di Yahukimo… itu betul atas perintah saya,” katanya.
Dirinya menyatakan pengumuman tersebut disampaikan di bawah pimpinan komando yang ia sebut dalam struktur kelompoknya.
Tak hanya menyinggung penembakan terhadap pesawat, ia juga mengklaim keterlibatan kelompoknya dalam aksi kekerasan lain. Seperti, penembakan terhadap kendaraan, guru, serta warga pendatang dilakukan berdasarkan perintahnya.
Menurutnya, tindakan itu merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi pimpinan yang ia sebut sebagai dasar operasi mereka.
Dalam video yang sama, Anggota KKB dalam rekaman tersebut menegaskan posisi kelompoknya yang disebut berada di wilayah pegunungan Yahukimo dan menyatakan mereka tidak melarikan diri.
“Kami tidak lari ke mana-mana, kami ada di sini. Jadi jika kalian ingin mencari kami silakan datang,” ujarnya, menantang pihak yang ingin menghadapi mereka secara langsung.
Mereka menyampaikan peringatan keras kepada pemerintah dan aparat keamanan. Dalam salah satu bagian pernyataan, ia menyinggung pengiriman pasukan dan menyatakan kelompoknya siap menghadapi apa pun yang dikirim dan bahkan menyatakan perlawanan akan dilakukan dengan cara yang mereka miliki.
“Kami lawan bukan dengan senjata, kami lawan dengan anak panah… kami tidak lari, kami ada di sini, datang.”










Tinggalkan Balasan