KKB Botak Wanimbo Pamer SS1, Diduga Hasil Rampasan: TNI Selidiki Asal-usul Senjata Api

Ilustrasi AI

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Tri Purwanto menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan terkait beredarnya video yang menampilkan seorang pria membawa senjata api dan mengaku bernama Botak Wanimbo.

Menurut Tri Purwanto, video tersebut telah beredar luas di media sosial dan saat ini sedang didalami oleh aparat TNI untuk memastikan kebenaran serta asal-usul senjata api yang terlihat dalam rekaman tersebut.

“Video tersebut memang telah beredar di media sosial dan saat ini masih kami dalami. Kami melakukan pemeriksaan serta penyelidikan terkait satu pucuk senjata yang digendong oleh salah satu tokoh OPM yang dikenal sebagai Botak Wanimbo,” ujar Tri Purwanto di Jayapura, Kamis (5/3/2026).

Ia menilai kemunculan video tersebut merupakan bagian dari propaganda yang sengaja dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menunjukkan eksistensi mereka kepada publik. Menurutnya, kelompok tersebut saat ini berada dalam kondisi terdesak akibat berbagai operasi penegakan hukum yang dilakukan aparat keamanan serta menurunnya dukungan masyarakat terhadap aktivitas mereka.

Tri juga menegaskan bahwa aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah-langkah penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang kerap melakukan aksi teror di wilayah Papua.

“Personel gabungan TNI-Polri saat ini menyelidiki kelompok yang memviralkan video tersebut. Pengejaran juga terus dilakukan terhadap kelompok OPM yang diduga dipimpin oleh Botak Wanimbo,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 13.30 WIT terjadi penyerangan dan perampasan senjata terhadap seorang prajurit TNI, Serka Roberto Fonataba, Bintara Administrasi Intel Kodim 1716/Tolikara.

Insiden tersebut terjadi saat empat personel dari Pos Ramil 1716-02/Kanggime melakukan pengawalan kendaraan dari Distrik Kanggime menuju perbatasan Distrik Nume. Rombongan tersebut membawa satu pucuk senjata api jenis SS1-V1 untuk pengamanan perjalanan.

Ketika tiba di Kampung Wondame, Distrik Woniki, Kabupaten Tolikara, kendaraan yang mereka tumpangi sempat berhenti karena sopir memeriksa kondisi mesin. Pada saat yang sama, Serka Roberto Fonataba menuju salah satu kios untuk membeli minuman.

Namun sekitar 15 menit kemudian, tiba-tiba terjadi penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang diduga merupakan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dalam peristiwa tersebut, pelaku diduga berhasil merampas satu pucuk senjata api jenis SS1-V1 beserta satu magazen berisi 15 butir amunisi.

Informasi lain menyebutkan bahwa pelaku diduga berasal dari simpatisan OPM dari Kodap X Tolikara yang dipimpin oleh Demus Wenda bersama Rambo Wanimbo.

Tidak lama setelah kejadian tersebut, beredar video amatir dan sejumlah foto yang memperlihatkan seorang pria diduga simpatisan OPM membawa satu pucuk senjata api yang disebut sebagai hasil rampasan dari aparat keamanan.

Dalam video tersebut, pria yang disebut sebagai Botak Wanimbo mengklaim bahwa senjata api tersebut dirampas dari anggota TNI di wilayah Karubaga, Kabupaten Tolikara.

Saat ini aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku penyerangan sekaligus menelusuri keberadaan senjata api yang dirampas tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!