Ketua MRP Papua Selatan Apresiasi Pemkab Asmat Konsisten Lestarikan Budaya Leluhur Melalui Pesta Patung Mbis
BATASPAPUA.COM, ASMAT – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asmat atas komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur masyarakat Asmat melalui pelaksanaan berbagai kegiatan adat, termasuk Pesta Patung Mbis.
Apresiasi tersebut disampaikan Damianus Katayu saat menghadiri Pesta Patung Mbis yang digelar di Kampung Desep, Distrik Betsmamu, Kabupaten Asmat, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Damianus, pelaksanaan pesta adat tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah bersama masyarakat adat dalam mempertahankan identitas budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Selama melakukan kunjungan kerja ke sejumlah daerah di Provinsi Papua Selatan, baru di Kabupaten Asmat saya menyaksikan pesta adat yang masih dilaksanakan secara utuh dan melibatkan masyarakat adat secara aktif. Ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga warisan budaya leluhur,” ujar Damianus.
Ia menilai, keberlangsungan Pesta Patung Mbis tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Asmat, tetapi juga merupakan aset budaya Papua Selatan yang memiliki nilai historis, sosial, dan spiritual yang penting untuk terus dijaga serta diperkenalkan kepada generasi muda.
Sebagai lembaga representasi kultur Orang Asli Papua, MRP Papua Selatan menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Asmat, khususnya Bupati Asmat, yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya lokal.
“Budaya adalah jati diri masyarakat. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Asmat yang terus menjaga dan melestarikan budaya Asmat agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” katanya.
Damianus juga menegaskan pentingnya pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus agar tradisi yang telah diwariskan para leluhur tidak mengalami kepunahan.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui penyelenggaraan kegiatan adat, tetapi juga harus didukung dengan program pembinaan yang berkelanjutan bagi masyarakat adat, terutama generasi muda.
“Pesta adat seperti ini harus terus diwariskan kepada anak-anak dan generasi berikutnya. Jika tidak dijaga dan diteruskan, maka budaya yang menjadi identitas masyarakat dapat perlahan hilang,” tegasnya.
Untuk memperkuat upaya pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat adat, Damianus mendorong pemerintah daerah dan pemerintah provinsi memanfaatkan anggaran Otonomi Khusus (Otsus) secara optimal.
Ia berharap dana Otsus dapat diarahkan untuk mendukung penguatan kelembagaan adat, pelestarian seni dan budaya, serta pendidikan budaya bagi generasi muda Papua.
“Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih melalui program pembinaan masyarakat adat yang didukung anggaran Otsus. MRP juga akan menyampaikan kepada Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar pelestarian budaya dan penguatan masyarakat adat menjadi perhatian khusus,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Damianus menyampaikan penghormatan kepada para tetua adat yang selama ini berperan sebagai penjaga dan pewaris nilai-nilai budaya Asmat.
“Perubahan zaman akan terus terjadi dan tidak dapat dihindari. Namun budaya harus tetap dijaga sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Papua. Terima kasih kepada para orang tua adat yang terus menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” pungkasnya. (*)
- Budaya Asmat
- budaya Papua Selatan
- Damianus Katayu
- Dana Otsus Papua
- Distrik Betsmamu
- identitas budaya Papua
- Kabupaten Asmat
- Kampung Desep
- kearifan lokal Papua
- Ketua MRP Papua Selatan
- masyarakat adat Asmat
- Papua Selatan
- pelestarian budaya Asmat
- penguatan masyarakat adat
- pesta adat Asmat
- Pesta Patung Mbis
- seni budaya Asmat
- tetua adat Asmat
- tradisi Asmat
- warisan budaya Papua










Tinggalkan Balasan