Kabel Optik Putus, Kado Telkom Di HUT RI ke-80 Untuk Rakyat Selatan Papua?
BATASPAPUA.COM, MERAUKE — Jaringan kabel optik kembali mengalami kerusakan, dan tentunya dampak buruk terhadap masyarakat sebab dijaman serba teknologi banyak masyarakat tergantung pada Internet.
Dan Kabupaten Merauke, Papua Selatan paling timur ujung Indonesia kembali menerima nasib yang sama seperti di awal tahun 2024, yakni jaringan kabel bawah laut milik PT TelkomGroup putus atau rusak.
Adapaun sejumlah catatan kejadian rusaknya kabel jaringan komunikasi milik Telkom di wilayah Merauke, diantaranya, tahun 2017, 2022, 2023, 2024 dan saat ini terjadi kembali di momen hari Kemerdekaan Indonesia.
“Hampir setiap tahun kami di Papua Selatan ujung timur Indonesia mengalami gangguan jaringan, kenapa selalu kami yang alami ini,” ucap Johan, salah seorang warga pegiat konten kreator, Sabtu (16/8/2025).
Dirinya menilai, pemerintah pusat dan daerah tidak serius menangani persoalan jaringan internet untuk wilayah Papua Selatan, apalagi kejadian saat ini terjadi pada momentum Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kalau boleh saya katakan, negara saja yang merdeka tapi kami masyarakat belum merdeka dalam artian kami belum merasakan bebas menggunakan internet, masih dihantui persoalan kabel optik putus, apakah ini kado untuk kami rakyat di selatan Papua,” keluhnya dengan nada tanya.
Disisi lain, PT Telkom Indonesia mengeluarkan informasi resmi untuk masyarakat yang berada pada wilayah terdampak.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyampaikan bahwa telah terjadi gangguan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi-Maluku-Papua Cable System #2 (SMPCS#2) ruas Sorong – Merauke.
Gangguan teridentifikasi berupa double shunt fault pada dua titik yakni ruuas Sorong – Fakfak dan ruas Merauke – Timika (tepatnya pada KM 293 dari STO Merauke arah Timika, segmen laut, terdeteksi Sabtu, 16 Agustus 2025 pukul 03.57 WIB).
Kedalaman gangguan bervariasi antara 50 hingga 500 meter, dan penyebab masih dalam tahap investigasi.
Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas layanan (degradasi) di wilayah Papua bagian selatan, mencakup Merauke, Timika, dan Kaimana.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan TelkomGroup. Kami memahami layanan komunikasi digital sangat vital bagi masyarakat Papua bagian selatan. Oleh karena itu, seluruh tim kami bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan layanan agar pelanggan dapat kembali menikmati konektivitas dengan optimal,” ucap EVP Telkom Regional V, Amin Soebgayo, melalui Rilis pers resmi, Sabtu (16/8/2025).
Adapaun Langkah Pemulihan yang Ditempuh Telkom, pengalihan trafik melalui jalur backup dengan kapasitas terbatas.
Pengaturan prioritas layanan (Quality of Service/QoS) untuk memastikan layanan penting seperti voice dan SMS tetap berjalan, Optimalisasi jaringan alternatif melalui Palapa Ring Timur dan satelit.
Persiapan kapal khusus untuk pelaksanaan perbaikan teknis SKKL di titik gangguan.
Telkom berkomitmen memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada pelanggan dan pemangku kepentingan. Dengan dukungan seluruh pihak, Telkom terus mengupayakan pemulihan layanan secara menyeluruh serta menjaga kelancaran komunikasi digital bagi masyarakat di Papua. (AL/ADM)










Tinggalkan Balasan