DISHUB Papua Selatan Gelar Rakor Lintas Sektor Kesiapan Angkutan Lebaran 2026
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Perhubungan menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektor guna membahas kesiapan penyelenggaraan angkutan Lebaran Idulfitri 2026. Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor transportasi darat, laut, dan udara untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik dan arus balik.
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Selatan, Sunarjo, menegaskan bahwa seluruh insan perhubungan diharapkan dapat memberikan pelayanan transportasi yang optimal, baik dari sisi ketersediaan armada maupun kemudahan akses bagi masyarakat.
Menurutnya, kelancaran distribusi angkutan penumpang, barang, maupun jasa memiliki dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah, termasuk pengendalian inflasi.
“Berkaitan dengan distribusi angkutan baik penumpang maupun barang dan jasa, hal ini sangat berpengaruh terhadap naik turunnya inflasi daerah. Karena itu, Bapak Gubernur berharap seluruh instansi terkait yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dapat mempersiapkan angkutan Lebaran dengan sebaik-baiknya sehingga dapat berkontribusi bagi masyarakat Papua Selatan,” ujar Sunarjo dalam rapat yang digelar Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Michael R. Gomar, menjelaskan bahwa rakor tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana transportasi, kelayakan armada, pengaturan arus lalu lintas, serta peningkatan koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan persepsi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan transportasi di wilayah Papua Selatan.
“Momentum ini menjadi wujud nyata sinergitas dan kolaborasi seluruh stakeholder perhubungan di Papua Selatan untuk menyatukan persepsi serta komitmen bersama dalam melanjutkan keberhasilan penyelenggaraan angkutan pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 lalu,” kata Michael.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Perhubungan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mendukung kelancaran penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Dukungan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut dalam menghadapi arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
Dalam rapat tersebut, sejumlah aspek kesiapan transportasi dibahas, termasuk kesiapan armada kapal penumpang milik PT Pelni dan ASDP, transportasi darat, serta layanan maskapai penerbangan yang melayani wilayah Papua Selatan hingga daerah-daerah terpencil.
Untuk mendukung arus mudik Lebaran 2026 secara nasional, PT Pelni menyiapkan sebanyak 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis. Khusus untuk wilayah Merauke, Pelni menyiapkan tiga kapal yang akan melayani angkutan Lebaran, yakni KM Sirimau, KM Tatamailau, serta kapal perintis KM Sabuk Nusantara 53.
Sementara itu, layanan transportasi udara di wilayah Papua Selatan dilayani oleh sejumlah maskapai, di antaranya Garuda Indonesia, Lion Air, dan Susi Air.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah X Merauke, Rasburhany, mengungkapkan bahwa terdapat penyesuaian frekuensi penerbangan pada rute Merauke–Kepi.
“Untuk sementara rute penerbangan Merauke–Kepi mengalami pengurangan frekuensi. Jika sebelumnya penerbangan dilayani setiap hari, saat ini menjadi tiga kali dalam seminggu karena salah satu pesawat milik Trigana Air masih dalam proses perawatan (maintenance),” jelasnya.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap seluruh moda transportasi dapat beroperasi secara optimal sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar. (*)










Tinggalkan Balasan