Diduga Protes 4 Pulau Aceh, Mobil Konvoi Kibarkan Bendera GAM Diamankan TNI
BATASPAPUA.COM – Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi 1 menit 57 detik yang memperlihatkan konvoi sekelompok warga menggunakan mobil yang dihiasi atribut Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Dalam video yang kini viral di platform X (sebelumnya Twitter), tampak jelas sebuah mobil berkonvoi dengan menempelkan bendera GAM di bagian depan dan mengibarkan satu bendera lainnya yang diikat pada kayu, dikibarkan di atas kap mobil.
Aksi ini langsung mendapat reaksi dari aparat keamanan. Sejumlah personel TNI terlihat memberhentikan kendaraan tersebut dan mengamankan massa yang berada di sekitar lokasi. Ketegangan sempat terjadi ketika aparat mencoba melepas paksa bendera GAM yang terpasang di mobil.
Keributan kecil dengan sopir pun tak terhindarkan. Namun, aparat akhirnya berhasil menurunkan bendera tersebut. Situasi semakin ramai ketika sejumlah warga lainnya berdatangan ke lokasi dan menyerukan orasi takbir berulang kali, membuat suasana kian memanas.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti di mana dan kapan peristiwa ini terjadi. Namun, video tersebut pertama kali diunggah oleh akun X @PutriKayan16645 dan langsung menyedot perhatian publik dunia maya.
Menariknya, aksi konvoi ini disangkutpautkan dengan isu yang tengah panas terkait dugaan “pencaplokan” empat pulau milik Provinsi Aceh oleh Provinsi Sumatera Utara. Isu ini memicu gelombang kemarahan di berbagai kalangan masyarakat Aceh, yang merasa wilayahnya tengah dirampas secara diam-diam.
Beberapa warganet menduga bahwa aksi konvoi dan pengibaran bendera GAM tersebut merupakan bentuk protes spontan warga Aceh terhadap sengketa batas wilayah antar provinsi yang belum menemui titik terang hingga saat ini.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait motif massa, identitas para pelaku konvoi, maupun lokasi pasti kejadian.
Namun satu hal yang pasti: video ini telah membuka kembali luka lama dan sensitivitas masyarakat terhadap simbol-simbol perjuangan Aceh. Situasi ini pun mendorong publik untuk mendesak pemerintah pusat dan daerah agar segera memberikan penjelasan terbuka dan transparan terkait status empat pulau yang kini menjadi polemik. (*)










Tinggalkan Balasan