Dampingi Wapres Gibran di Papua Barat, Wamendagri Ribka Haluk: Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Papua Barat. Foto: Humas Kemendagri

BATASPAPUA.COM, MANOKWARI – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Papua Barat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelaksanaan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, Sabtu (20/06/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wapres dan rombongan yang turut didampingi Gubernur Papua Barat, Wakil Gubernur Papua Barat, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Pangdam XVIII/Kasuari, Kapolda Papua Barat, serta anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP), meninjau pengembangan komoditas kakao di Kabupaten Manokwari Selatan.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Papua Barat. Foto: Humas Kemendagri
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Papua Barat. Foto: Humas Kemendagri

Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman pohon kakao bersama masyarakat sebagai simbol dukungan terhadap penguatan sektor perkebunan rakyat. Selanjutnya, rombongan meninjau fasilitas pengolahan kakao milik PT Ebier Suth Cokran yang mengolah hasil perkebunan lokal menjadi produk cokelat bernilai tambah.

Wamendagri Ribka Haluk menegaskan bahwa pengembangan kakao dari sektor hulu hingga hilir merupakan contoh konkret pemanfaatan Dana Otsus yang tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini saya mendampingi Wakil Presiden berkunjung ke sini. Ini adalah hasil dari implementasi Dana Otsus yang baik,” ujar Ribka Haluk.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan Otsus tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang disalurkan, tetapi dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat, khususnya Orang Asli Papua.

“Pembuktian dari penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu memberdayakan Orang Asli Papua dan menggerakkan ekonomi daerah,” katanya.

Usai meninjau pabrik pengolahan kakao, Wamendagri bersama Wapres Gibran melaksanakan dialog dengan para kepala kampung dan perangkat desa se-Manokwari Selatan. Forum tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai masukan terkait pengembangan budidaya kakao sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

Dalam dialog tersebut, Ribka Haluk menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor-sektor produktif berbasis potensi lokal guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Melalui pengembangan kakao dari hulu hingga hilir seperti ini, kita ingin memastikan bahwa nilai tambah ekonomi dinikmati oleh masyarakat Papua sendiri. Inilah semangat Otonomi Khusus yang sesungguhnya. Pemerintah akan terus mendengar aspirasi masyarakat dan mendukung pengembangan komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan Orang Asli Papua,” tegasnya.

Ia menambahkan, hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti kakao menjadi bukti bahwa Dana Otsus dapat berfungsi sebagai instrumen pembangunan yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat asli Papua dalam rantai produksi dan pemasaran.

Setelah menyelesaikan agenda di Manokwari Selatan, Wamendagri Ribka Haluk bersama Wapres Gibran dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Manokwari. Di ibu kota Provinsi Papua Barat tersebut, Wakil Presiden secara resmi membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi Nasional XIV Tahun 2026 yang menjadi ajang mempererat persatuan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta merayakan keberagaman budaya bangsa.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!