Banjir Dukungan untuk MDF-AR, Kali Ini dari Relawan Baramuda Solata
BATASPAPUA.CO, JAYAPURA – Barisan Relawan Muda Solata atau Baramuda Solata menyatakan diri bakal mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius D Fakhiri-Aryoko Rumaropen atau MDF-AR.
Dukungan tersebut diberikan kepada kedua tokoh Papua tersebut untuk bertarung pada Pilkada Papua 2024 mendatang.
Bentuk dukungan tersebut mereka nyatakan lewat deklarasi yang dilaksanakan pada Sabtu 24 Agustus 2024 bertempat satu di antara cafe di kota Jayapura.

Ketua Relawan MDF-AR Baramuda Solata, Calvin Haryanto mengatakan, tim Relawan Baramuda Solata adalah kelompok relawan yang beranggotakan para pemuda yang sepakat dan sepaham untuk mendukung pasangan calon MDF-AR di Pilkada Papua.
“Kami bentuk tim relawan ini karena kami semua siap dan bersedia menyatakan dukungan kepada salah satu kandidat Gubernur Papua yaitu MDF -AR,” kata Calvin, Sabtu (24/8/2024).
“Dukungan Politik adalah pilihan, tidak ada paksaan didalamnya. Makanya disebut relawan, tujuan relawan adalah mengalang dukungan untuk kandidat dan baramuda solata akan menggalang dukungan untuk MDF,” sambungnya.
Menurut Calvin, pasangan MDF-AR adalah figur yang paling layak memimpin Papua untuk 5 tahun kedepan dengan berbagai alas an.
Sejumlah alasan tersebut diantaranya; pertama, MDF adalah sosok calon pemimpin yang selalu memperhatikan aspirasi pemuda.
“Banyak kegiatan yang dilakukan oleh bapak Matius D Fakhiri untuk memfasilitasi pemuda dan selalu didukung oleh beliau,” ujarnya.
Berikutnya, menurut Calvin, pasangan MDF-AR merupakan sosok nasionalis yang selalu menjaga keberagaman di Tanah Papua.
“Selain itu. pak MDF adalah anak asli papua yang telah berpengalaman dan memiliki rekam jejak yang baik dalam memimpin di wilayah Papua serta mampu menciptakan kenyamanan dan keamanan di wilayah Papua,” katanya.
Selanjutnya, Calvin menilai MDF-AR dinilai mampu membawa Papua kearah yang lebih baik dan menciptakan kesejateraan masyarakat Papua.
“Karena alasan tersebut diatas maka Baramuda Solata akan turun ke kabupaten-kabupaten di seluruh wilayah Papua untuk mendirikan posko-posko relawan dan menggalang dukungan secara total untuk MDF-AR,” ujar Calvin mengungkapkan rencana kedepannya.
Calvin juga mengaku bila Tim Relawan Baramuda Solata ini bukan hanya beranggotakan pemuda asal Suku Toraja saja, namun juga berasal dari suku lain.
“Kebetulan yang menginisiasi pembentukan tim relawan pemuda ini adalah kawan-kawan Solata, jadi kami namakan Baramuda Solata (Barisan Relawan Muda Solata), namun anggotanya bukan hanya pemuda Toraja saja namun ada juga dari suku lain dan kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan kami,” pungkas Calvin.
Prestasi Komjen Matius Fakhiri
Matius Derek Fakhiri, menjadi putra asli Papua kedua yang menjadi jenderal polisi bintang tiga atau Komjen menyusul seniornya Paulus Waterpauw.
Kapolda Papua ini mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa dari Irjen menjadi Komjen atas berbagai prestasinya selama berkarir di kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko pun membeberkan prestasi Komjen Matius D Fakhiri.
Saat menjabat sebagai Dansat Brimob Polda Papua pada tahun 2014-2017, Matius D Fakhiri mendapatkan tugas khusus menjadi Kasatgassus Polda Papua.
Dalam menjalankan tugas sebagai asatgassus Polda Papua, Matius D Fakhiri berhasil mengungkap beberapa kasus yang menonjol.
Mathius beberapa kali mengungkap kasus penyelundupan senjata api (senpi) untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Tak hanya itu, Mathius pun berhasil menangkap komandan operasi TPN-OPM wilayah Kabupaten Puncak pada tahun 2014.
“Kemudian ada penangkapan panglima tinggi KKB Paniai di Nabire serta penangkapan kasus-kasus lainnya termasuk penyerangan terhadap kantor polisi dan anggota,” kata Trunoyudho dikutip dari laman Tribunnews, Jumat (24/8/2024).
Selanjutnya, pada April 2018 hingga Februari 2020, Matius yang saat itu menjabat sebagai Anjak Madya Korps Brimob Polri mendapatkan tugas sebagai Waka Operasi II Satgassus Papua.
Selama menjabat Waka Operasi II Satgassus Papua, Matius berhasil mengungkap beberapa kasus menonjol.
“Di antaranya penegakan hukum markas KKB Lanny Jaya di Distrik Popome, KKB Puncak Jaya pimpinan Goliath Tabuni dan jaringan Semmu KKB Kali Kopi di Mimika,” katanya.
Selain itu, Matius pun berhasil mengungkap kasus pencurian senpi anggota Denpom Nabire dan pengungkapan kasus rasisme tahun 2019 terhadap beberapa anggota KNBP.
Pada September 2020 sampai dengan Februari 2021, Matius Fakhiri dipercaya menjabat sebagai Wakapolda Papua sekaligus menjadi Kepala Operasi Nemangkawi.
Pada saat itu, Matius juga berhasil mengungkap beberapa kasus.
Usai menjabat sebagai Wakapolda Papua, Matius naik menjadi Kapolda mulai Februari 2021 hingga saat ini.
Kiprahnya di Bumi Cendrawasih dalam menjaga keamanan dan ketertiban juga masih dipertahankan.
Beberapa kasus yang diungkap yakni penegakan hukum terhadap KKB Puncak Ilaga, KKB Puncak Jaya, KKB Paniai dan lainnya.
“Ada juga pengungkapan kasus pembunuhan dengan modus mutilasi terhadap 4 OAP (Orang Asli Papua) dengan tersangka 11 orang,” ucapnya.
Selanjutnya ada pengungkapan kasus pembunuhan terhadap Maiklein Kurisi Doga, aktivis perempuan asal Papua dan pengamanan penyelenggaraan PON XX tahun 2021.
“Pada pelaksanaan PON XX, Kapolda Papua dengan sukses mengamankan penyelenggaraan dari ancaman aksi teror bom jaringan KKB dan seluruh atlet, official dan panitia serta warga aman dari penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Trunoyudo menuturkan Kapolda Papua pun berhasil mengawal kebijakan pemerintah dalam perubahan UU Otonomi Khusus (Otsus) dan lahirnya DOB (Daerah Otonomi Baru) di Papua.
Komjen Matius D Fakhiri dinilai dapat menjaga situasi Kamtibmas di Papua sehingga situasi sangat kondusif dan aman. (*)










Tinggalkan Balasan