Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana: Saatnya Pegunungan Bintang Bangkit dengan Kekuatan Lokal

Anggota DPR RI Komisi XII, Arif Riyanto Uopdana, saat menyampaikan komitmen pembangunan berbasis potensi lokal dalam kunjungan reses perdananya di Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (26/2/2026).

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Anggota DPR RI Komisi XII, Arif Riyanto Uopdana, ST, menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan di daerah terpencil seperti Kabupaten Pegunungan Bintang, dari yang selama ini bergantung pada anggaran pemerintah pusat menjadi berbasis potensi dan kearifan lokal.

Penegasan tersebut disampaikan Arif dalam kunjungan reses perdananya di Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (26/2/2026). Ia menekankan bahwa masyarakat adat harus menjadi pelaku utama dalam setiap proses pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

Menurutnya, Pegunungan Bintang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan beragam. Sektor pertambangan rakyat, pertanian, dan pariwisata dinilai sebagai potensi unggulan yang apabila dikelola secara optimal dan berkelanjutan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.

“Pegunungan Bintang memiliki kekayaan alam yang besar. Dari pertambangan, pertanian hingga pariwisata, seluruh potensi ini harus diberdayakan secara efektif dan berkelanjutan. Saatnya masyarakat adat menjadi penggerak utama perekonomian daerah,” tegas Arif.

Salah satu perhatian utama yang disoroti adalah legalisasi pertambangan rakyat. Ia mengakui bahwa aktivitas pertambangan saat ini banyak dilakukan secara ilegal dan belum terkontrol dengan baik.

Padahal, jika dikelola secara resmi dengan izin yang jelas serta pendampingan pemerintah, sektor tersebut dapat meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa merusak lingkungan.

Arif mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses perizinan dan memastikan adanya pendampingan teknis agar pengelolaan tambang rakyat berjalan secara berkelanjutan dan berkeadilan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta mencegah potensi konflik sosial.

Anggota DPR RI Komisi XII, Arif Riyanto Uopdana, ST, menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan di daerah terpencil seperti Kabupaten Pegunungan Bintang, dari yang selama ini bergantung pada anggaran pemerintah pusat menjadi berbasis potensi dan kearifan lokal.
Anggota DPR RI Komisi XII, Arif Riyanto Uopdana, ST, menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan di daerah terpencil seperti Kabupaten Pegunungan Bintang, dari yang selama ini bergantung pada anggaran pemerintah pusat menjadi berbasis potensi dan kearifan lokal.

Selain pertambangan, Arif juga menyoroti penguatan sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi komoditas, termasuk pengembangan hortikultura, buah-buahan, serta komoditas unggulan seperti kopi.

Melalui peningkatan kualitas produksi, pelatihan, dan akses pemasaran, petani lokal diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Di sektor pariwisata, Arif melihat peluang besar dari keindahan alam Pegunungan Bintang yang masih alami, mulai dari bentang pegunungan, lembah hijau, sungai jernih, hingga kekayaan budaya dan adat istiadat masyarakat setempat.

Ia mendorong pembangunan infrastruktur pendukung, peningkatan kebersihan, serta promosi wisata secara lebih aktif dan terarah.

Menurutnya, pariwisata berkelanjutan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Arif menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat adat harus menjadi prinsip utama dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Ia menekankan pentingnya perlindungan hak-hak masyarakat adat agar tidak tergerus oleh kepentingan pihak luar maupun perusahaan besar.

“Masyarakat adat adalah tulang punggung budaya dan pengelola sumber daya alam di sini. Mereka harus mendapatkan manfaat nyata dari pembangunan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan dan pelayanan aspirasi, Arif juga berencana membangun kantor aspirasi di sejumlah titik strategis, termasuk di Pegunungan Bintang.

Kantor tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi langsung antara masyarakat dan lembaga legislatif.

Menutup kunjungannya, Arif mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta untuk bersinergi membangun Pegunungan Bintang secara berkelanjutan dan berkeadilan.

“Keberhasilan pembangunan di daerah terpencil bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari kita bangun Papua dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada masyarakat adat dan potensi lokalnya,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!