Trestel Pelabuhan Atsj Roboh, Dishub Papua Selatan Dorong Rehabilitasi Menyeluruh

Trestel atau jembatan penghubung pada Dermaga Pelabuhan Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, mengalami kerusakan berat hingga sebagian struktur dermaga runtuh. Foto: Bataspapua.com/Ist

BATASPAPUA.COM, ASMAT – Trestel atau jembatan penghubung pada Dermaga Pelabuhan Atsj, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan, mengalami kerusakan berat hingga sebagian struktur dermaga runtuh. Kondisi tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas operasional pelabuhan, khususnya kegiatan bongkar muat barang serta debarkasi dan embarkasi penumpang.

Berdasarkan laporan kerusakan yang diterbitkan Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, kerusakan tersebut diketahui setelah adanya pemberitahuan dari Kepala KUPP Kelas III Agats melalui Surat Nomor UM.003/10/11/UPP.Agt.2026 tertanggal 19 Agustus 2026, perihal pemberitahuan kerusakan/runtuhnya trestel Dermaga Pelabuhan Atsj.

Selain itu, terdapat Berita Acara Kerusakan Dermaga Pelabuhan Atsj yang disampaikan oleh Nahkoda KM Sabuk Nusantara 53 melalui surat Nomor 08.18/01/BA/788/2026 tertanggal 18 Agustus 2026.

Kerusakan Terjadi pada 18 Agustus
Dalam kronologi yang tercantum dalam laporan, masyarakat sebelumnya telah melihat tanda-tanda kerusakan pada bagian dalam trestel.

Kondisi tersebut kemudian semakin parah hingga struktur trestel yang menjadi jembatan penghubung mengalami kerusakan/runtuh pada Selasa, 18 Agustus 2026 sekitar pukul 12.45 WIT.
Selanjutnya, pada Rabu, 19 Agustus 2026, dilakukan identifikasi terhadap kondisi kerusakan. Hasil identifikasi menunjukkan adanya kerusakan signifikan pada struktur trestel.

Usia bangunan yang sudah cukup lama serta arus sungai yang kencang disebut menjadi faktor yang menyebabkan bangunan trestel mengalami kerusakan hingga roboh.
Kerusakan tersebut menyebabkan aktivitas di wilayah pelabuhan Atsj terganggu, terutama kegiatan bongkar muat barang serta debarkasi dan embarkasi penumpang.

Distribusi Logistik Ikut Terdampak
Kerusakan infrastruktur pelabuhan tersebut tidak hanya mengganggu pelayanan pengguna jasa, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi logistik menuju wilayah Atsj dan sekitarnya.

Dalam laporan Dinas Perhubungan Papua Selatan disebutkan sejumlah dampak yang ditimbulkan, antara lain aktivitas bongkar muat barang terganggu secara signifikan, proses debarkasi dan embarkasi penumpang tidak dapat dilakukan secara normal, serta distribusi logistik ke wilayah Atsj dan sekitarnya mengalami hambatan.

Selain itu, kondisi trestel yang rusak juga meningkatkan risiko keselamatan bagi pengguna jasa maupun petugas pelabuhan.
Dishub Papua Selatan Minta Peninjauan Teknis dan Rehabilitasi
Menyikapi kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan memandang kerusakan trestel Dermaga Pelabuhan Atsj sebagai persoalan yang perlu segera ditangani.

Berdasarkan fakta lapangan, kerusakan struktur dinilai memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jasa, petugas serta kelancaran operasional logistik di wilayah tersebut.
Karena itu, Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan memohon dukungan peninjauan teknis lanjutan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, dalam hal ini Direktorat Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan RI, untuk melakukan rehabilitasi dan perbaikan secara menyeluruh.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi fasilitas vital Pelabuhan Atsj sehingga kegiatan pelayanan penumpang, bongkar muat barang dan distribusi logistik dapat kembali berjalan secara aman dan normal.

Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan menegaskan pentingnya penanganan segera terhadap kerusakan tersebut, mengingat Pelabuhan Atsj memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di wilayah Atsj dan sekitarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!