Helikopter Tempur Dikerahkan, Jenderal TNI Pimpin Langsung Perburuan Kelompok OPM di Pegunungan Papua
BATASPAPUA.COM, YAHUKIMO – Tentara Nasional Indonesia (TNI) meningkatkan intensitas operasi penegakan keamanan terhadap sisa kelompok bersenjata TPNPB-OPM yang diduga bertanggung jawab atas pembunuhan tiga warga asli Papua di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, turun langsung memimpin operasi pengejaran dengan mengerahkan dua helikopter tempur TNI Angkatan Udara untuk memburu para pelaku di wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
Operasi tersebut turut diikuti Kepala Staf Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto, Asintel Kogabwilhan III Brigjen TNI Tanjung, dan Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Sitorus. Tim menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian kelompok bersenjata di kawasan hutan lebat Pegunungan Papua.
Letjen Lucky menegaskan operasi akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Menurutnya, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut tidak lagi hanya menyasar aparat keamanan maupun warga pendatang, tetapi juga telah memakan korban dari kalangan Orang Asli Papua.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa warga asli Papua juga menjadi target dan korban kekerasan kelompok tersebut. TNI hadir untuk melindungi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang,” tegas Letjen Lucky.
Ia menilai meningkatnya aksi kekerasan TPNPB-OPM merupakan indikasi bahwa kelompok tersebut berada dalam kondisi semakin terdesak akibat menurunnya dukungan masyarakat serta meningkatnya tekanan dari aparat keamanan. Bahkan, menurutnya, terdapat indikasi sebagian anggota mulai meninggalkan kelompok karena tidak lagi sejalan dengan tindakan kekerasan yang dilakukan pimpinan mereka.
Pengejaran semakin intensif setelah pada Jumat (24/7/2026), personel Satgas TNI mendapat serangan saat melakukan operasi terhadap kelompok yang diduga melarikan diri ke kawasan Kali Fis, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang. Kelompok tersebut sebelumnya diduga mengganggu proses evakuasi tiga jenazah warga Papua yang menjadi korban pembunuhan di Yahukimo.
Dalam menghadapi serangan tersebut, Satgas TNI melakukan tindakan sesuai ketentuan hukum nasional dan Rules of Engagement (ROE) yang berlaku. TNI menegaskan setiap tindakan operasi tetap berpedoman pada prinsip profesionalitas, proporsionalitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Kontak tembak yang terjadi mengakibatkan satu anggota kelompok bersenjata tewas, sementara anggota lainnya melarikan diri ke kawasan hutan yang sulit dijangkau.
Letjen Lucky menegaskan operasi pengejaran merupakan bentuk komitmen negara dalam menjamin keamanan masyarakat Papua dari ancaman kelompok bersenjata yang terus melakukan aksi kekerasan terhadap warga sipil.
Ia menegaskan prinsip Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi menjadi landasan utama setiap operasi yang dilaksanakan TNI.
Di akhir keterangannya, Letjen Lucky menyampaikan ultimatum kepada seluruh anggota TPNPB-OPM agar segera menghentikan aksi kekerasan, menyerahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Segera hentikan seluruh aksi kejahatan kemanusiaan, serahkan senjata, dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebelum TNI mengambil tindakan tegas,” tegasnya.










Tinggalkan Balasan