Ketua MRP Papua Selatan Dorong Penguatan Masyarakat Adat dan Kolaborasi Akademisi OAP

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, saat menjadi narasumber dalam Seminar Ilmiah yang diselenggarakan Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS), Senin (15/6/2026). Foto: Bataspapua.com/Jam's

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan masyarakat adat sebagai bagian dari implementasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

Pernyataan tersebut disampaikan Damianus saat menjadi narasumber dalam Seminar Ilmiah yang diselenggarakan Ikatan Dosen Asli Papua Selatan (IDAPS), Senin di Merauke (15/6/2026).

Menurut Damianus, selama ini masyarakat adat kerap hanya ditempatkan sebagai objek dalam berbagai kepentingan, baik politik, ekonomi, maupun budaya. Padahal, masyarakat adat seharusnya menjadi subjek utama yang memiliki posisi kuat dalam menentukan arah pembangunan di tanah Papua.

“Penguatan masyarakat adat dalam semangat Otonomi Khusus sangat penting. Selama ini kita melihat masyarakat adat sering kali hanya dijadikan alat, baik dalam kepentingan politik, ekonomi maupun budaya,” ujar Damianus.

Ia menjelaskan, dalam ranah politik, masyarakat adat sering dimobilisasi untuk kepentingan perebutan kekuasaan. Sementara dalam aspek ekonomi, keberadaan masyarakat adat kerap hanya dilibatkan pada tahap pemberian persetujuan terhadap investasi yang masuk ke wilayah adat mereka.

Di sisi lain, dalam aspek budaya, masyarakat adat sering kali hanya ditampilkan pada kegiatan seremonial seperti penyambutan tamu dan berbagai agenda resmi lainnya.

Karena itu, Damianus menilai langkah yang paling mendesak adalah memperkuat kelembagaan masyarakat adat agar memiliki kapasitas yang memadai dalam menjaga tatanan sosial dan budaya di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

“Dengan kelembagaan yang kuat, masyarakat adat tidak mudah dimobilisasi dan tidak mudah terprovokasi. Mereka dapat tetap menjaga tatanan budaya adat yang menjadi identitas masyarakat Papua,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Damianus yang juga berlatar belakang dosen juga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan para akademisi, khususnya dosen-dosen Orang Asli Papua (OAP), yang dinilai memiliki potensi besar dalam memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.

Sebagai bagian dari kalangan akademisi, Damianus berharap seminar ilmiah yang digelar IDAPS dapat menghasilkan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi pemerintah daerah maupun MRP Papua Selatan.

Ia meminta agar hasil-hasil kajian dan rekomendasi yang lahir dari seminar tersebut dapat disampaikan kepada MRP sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat Papua.

“Saya berharap dosen-dosen Orang Asli Papua terus melakukan kajian-kajian ilmiah. Sinergi antara akademisi, Pemerintah Provinsi Papua Selatan dan MRP perlu terus diperkuat agar dapat memberikan kontribusi pemikiran yang konstruktif bagi pembangunan daerah,” tutup Damianus.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!