Tegang di Nabire: Aparat Hadang Long March, Massa Bertahan di Sejumlah Titik

Kapolres Nabire beserta Dandim tampak melakukan komunikasi persuasif bersama massa dari Front Rakyat Bergerak di Nabire. Foto: NabireNews

BATASPAPUA.COM, NABIRE – Situasi di Pasar Karang, Nabire, pada hari ini berlangsung tegang seiring berkumpulnya massa dari Front Rakyat Bergerak yang menyuarakan aspirasi mereka di sejumlah titik strategis kota.

Suasana di lokasi dipenuhi yel-yel massa yang bergema, beriringan dengan pengamanan ketat aparat gabungan di berbagai sudut. Dalam kondisi tersebut, Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengambil langkah berbeda dengan turun langsung ke tengah massa.

Alih-alih memimpin dari jarak jauh, Kapolres memilih pendekatan persuasif melalui dialog terbuka. Dengan bahasa yang tenang dan gestur komunikatif, ia berupaya meredam potensi eskalasi serta membangun kepercayaan di tengah situasi yang dinamis.

“Pendekatan humanis menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, tanpa mengabaikan hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat,” menjadi garis sikap yang tercermin dari langkah Kapolres di lapangan.

Kapolres tidak sendiri. Dandim 1705/Nabire, Letkol Arh Dwi Palwanto, turut mendampingi secara langsung. Kehadiran keduanya menunjukkan sinergi TNI-Polri dalam mengawal jalannya aksi agar tetap berlangsung aman dan tertib.

Usai melakukan dialog di Pasar Karang, Kapolres bergerak menuju perempatan Hotel Adamant, salah satu titik konsentrasi massa lainnya. Berdasarkan pantauan, sebaran massa terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Pasar Karang, perempatan Hotel Adamant, depan RSUD Nabire, hingga gapura Uswim.

Aparat gabungan disiagakan di setiap titik untuk memastikan situasi tetap kondusif. Massa diketahui berencana melanjutkan aspirasi ke kantor DPR Papua Tengah.

Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa aksi long march tidak diizinkan. Wakapolres Nabire, Kompol Piter Kendek, secara berulang menyampaikan imbauan tersebut kepada massa.

Sebagai alternatif, aparat menyiapkan kendaraan bagi peserta aksi yang ingin menuju gedung DPR Papua Tengah. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kebebasan menyampaikan pendapat dan kepentingan keamanan serta ketertiban umum.

Hingga berita ini disusun, massa masih bertahan di sejumlah titik. Orasi terus berlangsung di tengah penjagaan aparat yang tetap siaga.

Situasi di Nabire pun masih berada dalam kendali, meski tensi di lapangan terpantau tinggi. Aparat keamanan terus berupaya memastikan bahwa penyampaian aspirasi berjalan tanpa berujung pada kericuhan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!