Sosok Praka Satria Taopan: Prajurit Asal NTT yang Gugur di Medan Tugas Papua

Praka Satria Taopan, prajurit Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan.

BATASPAPUA.COM, KUPANG — Senja duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Jalan Salak, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Tenda duka telah terpasang. Doa-doa lirih terus dipanjatkan. Dari rumah inilah Praka Satria Taopan, prajurit TNI asal Nusa Tenggara Timur, berpamitan untuk terakhir kalinya, dan kini kabar gugurnya kembali sebagai luka yang tak terucap.

Praka Satria Taopan gugur setelah ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat terjadi kontak senjata di Kampung Tetmid, Papua, Kamis (8/1/2026). Ia menghembuskan napas terakhirnya di tanah tugas, jauh dari keluarga dan kampung halaman yang dicintainya.

Lahir di Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Praka Satria adalah putra dari pasangan Dominggus Taopan dan Dorkas Yohana. Sejak awal, ia memilih jalan pengabdian sebagai prajurit, jalan sunyi yang penuh risiko, namun sarat kehormatan.

Almarhum tercatat sebagai anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan (Yonif 100/PS Dam I/BB). Dengan NRP 31180695780996, ia mengemban jabatan Tamudi/Pool 3 Ton Ang Kima Yonif 100/PS—tugas yang menuntut kesiapsiagaan dan loyalitas tanpa batas di wilayah konflik.

Kabar gugurnya Praka Satria telah diterima keluarga. Sejak itu, rumah orang tuanya di Oepura tak pernah sepi. Kerabat, sahabat, dan tetangga berdatangan, menyampaikan belasungkawa, menyalakan lilin, dan memanjatkan doa bagi sang prajurit yang gugur dalam tugas negara.

Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga. Tangis tertahan, pelukan sunyi, dan doa bersama menjadi saksi betapa kepergian Praka Satria meninggalkan duka mendalam. Ia bukan hanya prajurit TNI ia adalah anak, saudara, dan kebanggaan keluarga.

Hingga kini, jenazah Praka Satria Taopan masih berada di Papua, menunggu proses pemulangan ke kampung halaman. Namun bagi keluarga dan masyarakat NTT, namanya telah lebih dulu pulang sebagai simbol pengabdian, keberanian, dan pengorbanan tanpa syarat.

Praka Satria Taopan telah menuntaskan tugasnya. Darah dan nyawanya menjadi bagian dari harga mahal yang dibayar bangsa ini demi menjaga kedaulatan. Dari Amarasi Barat hingga Papua, jejak pengabdiannya akan terus dikenang.

Hingga berita ini diturunkan, TNI belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait korban jiwa maupun dugaan perampasan senjata.

Di media sosial, beredar foto seorang prajurit TNI yang disebut gugur saat bertugas di Papua. Dalam unggahan tersebut, korban dikabarkan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan disebut bernama Praka Satria Tino Taopan. Informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak militer. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!