Thomas Aquinas sebagai National PolioPlus Committee Chair for Indonesia dari Tim medis dari Rotary Internasional dan Beathris Bandong, Staf Imunisasi Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Pegunungan Bintang saat Kegiatan pemberian Vaksin Polio dan Pengambilan sampel di Asrama Eipumek, belakang Kantor Bupati Pegunungan Bintang, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Sabtu (12/10/2024).
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL — ‘Mari kitong Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Tanah Papua’ begitulah tema Nasional yang diusung Rotary Internasional bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Sejumlah Pemerintah daerah untuk perangi penyakit Polio khususnya di seluruh Tanah Papua.
Thomas Aquinas sebagai National Polio Plus Committee Chair for Indonesia dari Tim medis dari Rotary Internasional, datang ke Pegunungan Bintang untuk vaksin Polio sekaligus mengambil sampel dan bawah ke laboratorium kesehatan di Surabaya guna meneliti lebih jauh terkait dugaan penyakit Polio yang ditemukan tim medis di Distrik Eipumek Pegubin tahun 2023 lalu oleh tim medis dari Provinsi Papua Tengah yang berbasis di Timika.
Kegiatan pemberian Vaksin Polio dan Pengambilan sampel itu dilakukan di Asrama Eipumek, belakang Kantor Bupati Pegunungan Bintang, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Sabtu (12/10/2024).
Kegiatan itu diawali dengan memberikan Sosialisasi kepada masyarakat Eipumek tentang pentingnya vaksinasi Polio, cara pencegahan dini dan bahaya penyakit Polio bagi anak-anak.
Kegiatan pemberian Vaksin Polio dan Pengambilan sampel di Asrama Eipumek, belakang Kantor Bupati Pegunungan Bintang, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Sabtu (12/10/2024).
Thomas Aquinas menjelaskan, Rotary Internasional itu Organisasi Internasional yang membantu masyarakat supaya hidup lebih baik dalam Bidang kesehatan dan pendidikan. Khususnya Bidang kesehatan ini Rotary Internasional memperhatikan bahwa Polio ini sangat berbahaya, muda menular, dan tidak ada obatnya, jadi anak yang lumpuh itu selamanya lumpuh dan tidak bisa disembuhkan, bahkan sampai ada yang meninggal.
“Polio bisa dicegah dengan mudah dengan Vaksin Polio sehingga Rotary Internasional ini bekerja sama dengan pihak WHO, UNICEF dan pemerintah di seluruh dunia termasuk Indonesia. Dengan memvaksin semua anak supaya bebas Polio,” ungkapnya.
Lanjut Thomas, Indonesia pada tahun 1995-1996 sudah kasih PIN seluruh Indonesia itu anak-anak dikasih vaksin Polio sehingga sekian tahun tidak vaksin Polio. Namun, tahun 2005 diberi PIN lagi vaksin Polio seluruh Indonesia lantaran adanya outbreak.
Pada tahun 2026, PIN sudah tidak diberikan lagi dan Indonesia pun mendapatkan sertifikat bebas Polio dari WHO 2014.
Di Papua sendiri pada tahun 2028 terjadi Outbreak, tepatnya di Kabupaten Yahukimo. Setahun kemudian, Tim Rotary Internasional datang untuk langsung menanginya sehingga Yahukimo terbebas dari Polio.
Pada tahun 2023 Polio terjadi lagi di Nduga, Mimika, Asmat, Mappi dengan total mencapai sekitar 15 kasus yang lumpuh dan 34 kasus yang belum lumpuh. Sedangkan di Eipumek, Pegunungan Bintang tahun 2024, terdapat 4 yang diduga terkena Polio, 1 diantaranya telah meninggal dunia.
“Hari Senin kami akan ke Eipumek untuk ambil sampel kotoran untuk dites dan memastikan apakah itu Polio atau tidak. Kalau Polio, kita harus ambil tindakan cepat untuk anak-anak diisolasi supaya tidak menular lagi ke teman-teman di sekitarnya. Jadi tim akan berangkat hari senin untuk melayani komunitas disana, sambil ambil sampel, sambil memberi vaksin ke komunitas disana,” tutur Thomas.
Beathris Bandong, Staf Imunisasi Dinas Kesehatan (DINKES) Kabupaten Pegunungan Bintang menjelaskan, bahwa Polio tidak bisa lagi diobati dan menyarankan untuk Imunisasi dari bayi bawah ke Puskesmas.
“Harapan kami untuk mencegah Polio ini semua anak-anak Papua khususnya Pegunungan Bintang itu harus betul-betul diperhatikan imunisasinya. Kami sarankan agar ibu-ibu cek jadwal imunisasi di Puskesmas dan bawah anak-anak ke Puskesmas untuk ikut program Imunisasi sebagai bentuk pencegahan dini terhadap serangan penyakit menular lainnya,” ungkapnya.
“Karena hanya dengan Imunisasi ini bisa mencegah Campak, Rubella, Tetanus, Dicktery. Apalagi Polio, Polio Itu tidak ada obat lagi karena kalo sudah lumpuh. Akan lumpuh total, kalo penyakit Campak kan masih ada obatnya, jadi masih bisa diobati. Tapi kalo Polio sama sekali tidak ada obatnya, operasi pun tidak bisa lagi,” pungkas Bandong.
Tinggalkan Balasan