225 Warga Papua Selatan Terdiagnosis Malaria Setiap Hari, Guritno Dorong Aksi Nyata Lintas Sektor
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan menegaskan perlunya langkah cepat dan terintegrasi dalam meningkatkan cakupan imunisasi, mengendalikan malaria, serta menurunkan angka kematian ibu dan anak di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Papua Selatan, Agustinus Joko Guritno, saat mewakili Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo membuka Pertemuan Tingkat Tinggi Percepatan Imunisasi, Pengendalian Malaria, dan Penurunan Kematian Ibu dan Anak di Swiss-Belhotel Merauke, Selasa (23/6/2026).
Dalam sambutannya, Guritno mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan panitia, rata-rata 225 warga Papua Selatan terdiagnosis malaria setiap hari.
“Saya ingin kita merenungkan angka itu selama dua hari pertemuan ini berlangsung,” ujar Guritno.
Menurutnya, jika kondisi tersebut terus terjadi, maka sekitar 450 orang akan jatuh sakit akibat malaria selama berlangsungnya kegiatan tersebut. Sebagian besar penderita merupakan Orang Asli Papua, termasuk anak-anak dan balita yang menjadi kelompok paling rentan.
Ia menegaskan bahwa persoalan utama saat ini bukan lagi pada identifikasi masalah, melainkan bagaimana seluruh pihak mengambil keputusan dan tindakan nyata untuk mengubah kondisi tersebut di masa mendatang.
Pertemuan tingkat tinggi ini mengusung tema **“Papua Selatan Bangkit, Imunisasi Lengkap, Bebas Malaria, Ibu dan Anak Selamat untuk Generasi Anim Ha.”** Dalam kearifan lokal Marind, Anim Ha berarti manusia yang hidup dan manusia sejati.
“Generasi Anim Ha yang kita cita-citakan adalah generasi Papua Selatan yang tumbuh sehat, terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi, serta dilahirkan oleh ibu yang selamat,” katanya.
Namun, menurut Guritno, visi tersebut tidak akan terwujud apabila setiap instansi bekerja sendiri-sendiri tanpa koordinasi, arah, dan komando yang sama.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P2KB) Provinsi Papua Selatan itu merupakan bagian dari upaya memperkuat komitmen lintas sektor sebagaimana diamanatkan dalam Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua melalui Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2023.
Guritno menilai data dan fakta yang dipaparkan dalam pertemuan tersebut menunjukkan bahwa Papua Selatan tidak memiliki banyak waktu untuk menunda berbagai langkah penanganan.
Ia mengajak seluruh peserta membayangkan kondisi nyata yang masih dihadapi masyarakat di berbagai wilayah terpencil Papua Selatan.
“Saat kita duduk di ruangan ini, ada ibu yang harus menggendong anaknya yang demam menggigil akibat malaria dan menempuh perjalanan berjam-jam untuk mencapai puskesmas terdekat. Ada bayi yang belum pernah mendapatkan imunisasi karena belum terjangkau layanan kesehatan. Ada pula ibu hamil yang mengalami pendarahan dan tidak mengetahui harus mencari pertolongan ke mana. Itu terjadi hari ini, bukan cerita masa lalu,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Guritno juga menyampaikan apresiasi kepada UNICEF dan GAVI atas dukungan nyata yang diberikan dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Papua Selatan.
Menurutnya, kemitraan internasional telah memberikan kontribusi penting dalam mendukung berbagai program kesehatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap pertemuan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juni 2026, tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menghasilkan komitmen dan langkah konkret yang dapat diimplementasikan di lapangan.
“Saya tidak ingin pertemuan ini berakhir sebagai ritual. Saya ingin ada komitmen nyata yang lahir dari forum ini,” tegasnya.
Guritno menantang seluruh peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyusun rencana tindak lanjut yang terukur dan realistis.
“Bukan rencana yang indah di atas kertas, tetapi rencana yang memuat siapa melakukan apa, kapan dilaksanakan, dan dengan anggaran berapa. Saya akan meminta laporan kemajuannya secara berkala,” pungkasnya.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- Agustinus Joko Guritno
- Anim Ha Papua Selatan
- Apolo Safanpo
- berita Papua Selatan
- Dinas Kesehatan Papua Selatan
- Dinas P2KB Papua Selatan
- GAVI Indonesia
- Generasi Anim Ha
- Gubernur Apolo Safanpo
- imunisasi Papua Selatan
- Joko Guritno
- kasus malaria Papua Selatan 2026
- kematian ibu dan anak
- kesehatan ibu dan anak Papua
- kesehatan masyarakat Papua Selatan
- kesehatan Papua Selatan
- malaria di Merauke
- malaria Papua Selatan
- Merauke
- Orang Asli Papua
- Papua Selatan
- pelayanan kesehatan Papua Selatan
- pembangunan kesehatan Papua
- Pemprov Papua Selatan
- pengendalian malaria
- percepatan pembangunan Papua
- Perpres Nomor 24 Tahun 2023
- Program imunisasi Papua
- puskesmas Papua Selatan
- Swiss Belhotel Merauke
- UNICEF Papua










Tinggalkan Balasan