Yoram Alimdam Tewas Dibakar Pacar, Keluarga Desak Polisi Usut Tuntas

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius akibat dugaan tindakan penganiayaan yang terjadi di sebuah hotel di kawasan Abepura, Kota Jayapura.

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Peristiwa tragis yang menimpa Yoram Alimdam, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, mengundang duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat.

Korban meninggal dunia setelah mengalami luka bakar serius akibat dugaan tindakan penganiayaan yang terjadi di sebuah hotel di kawasan Abepura, Kota Jayapura. Setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 07.00 WIT.

Pihak keluarga korban kemudian menyampaikan kronologi kejadian serta klarifikasi atas berbagai informasi yang beredar di masyarakat.

Menurut keterangan keluarga, peristiwa tersebut bermula pada malam Minggu, 8 Maret 2026, ketika almarhum bersama beberapa rekannya bermain biliar di kawasan Abepura. Setelah itu, sekitar pukul 07.00 WIT pagi hari, mereka menuju Hotel Arafa Abepura untuk beristirahat.

Beberapa saat kemudian, seorang perempuan bernama YY  datang ke hotel tersebut dengan tujuan mencari korban. Pada awalnya pihak karyawan hotel sempat melarang yang bersangkutan untuk masuk, namun ia tetap memaksa masuk ke area hotel.

Dalam kondisi emosi, yang bersangkutan bahkan sempat membakar jaket milik salah satu rekan korban di depan hotel.

Selanjutnya, seorang laki-laki bernama VR diduga menghubungi perempuan tersebut melalui telepon dan memberikan informasi mengenai keberadaan korban di dalam hotel, termasuk nomor kamar tempat korban menginap.

Setelah mengetahui lokasi kamar tersebut, pelaku kemudian menuju kamar yang berada di lantai tiga dan secara paksa menerobos masuk ke dalam kamar.

Saat kejadian, korban diketahui sedang tidur di salah satu tempat tidur di dalam kamar tersebut, sementara rekannya juga sedang beristirahat.

Diduga telah mempersiapkan aksinya sebelumnya, pelaku membawa sekitar lima liter BBM. Bahan Bakar tersebut kemudian disiramkan ke tubuh korban yang masih dalam keadaan tidur.

Korban terbangun dalam keadaan kaget, namun pelaku juga melakukan tindakan kekerasan berupa pemukulan, termasuk memukul bagian belakang kepala korban.

Tidak lama kemudian, pelaku menyalakan korek api dan melemparkannya ke arah tubuh korban yang telah disiram bensin sehingga tubuh korban langsung terbakar hebat.

Saksi yang berada di dalam kamar tersebut kemudian terbangun akibat keributan dan segera berupaya menolong korban.

Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jayapura dan mendapatkan penanganan medis secara intensif di ruang ICU. Namun setelah menjalani perawatan selama beberapa hari, korban akhirnya meninggal dunia akibat luka bakar berat yang dialaminya.

Setelah kejadian tersebut, pelaku perempuan YY sempat berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian. Namun keluarga korban yang berada di tempat kejadian berhasil menahannya dan kemudian menyerahkannya kepada pihak kepolisian di Polsek Abepura.

Sementara itu, seorang laki-laki bernama VR diduga melarikan diri ke wilayah Mamberamo dan hingga kini masih dalam proses pencarian oleh aparat kepolisian.

Pihak keluarga juga menyoroti sejumlah pemberitaan media yang dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta kejadian di lapangan. Oleh karena itu, keluarga meminta kepada pihak media untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta, agar tidak menggiring opini publik yang merugikan korban maupun keluarga.

Almarhum Yoram Alimdam, diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua. Dalam pekerjaannya, almarhum dikenal aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat sebagai admin operator Puskesmas yang menangani sistem administrasi pelayanan kesehatan di 34 distrik wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Selain itu, almarhum juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pernah dipercaya sebagai salah satu Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pegunungan Bintang.

Keluarga korban menegaskan bahwa kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga tetapi juga bagi masyarakat Pegunungan Bintang yang mengenal beliau sebagai sosok yang berdedikasi dalam pelayanan publik dan kegiatan kemanusiaan.

Pihak keluarga pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh, profesional, dan transparan, serta segera menangkap pelaku yang masih melarikan diri.

Keluarga berharap para pelaku dapat dijerat dengan pasal hukum yang paling berat, demi menegakkan keadilan bagi almarhum Yoram Alimdam dan keluarga yang ditinggalkan. (AN/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!