Satu Polisi dan 4 Warga Sipil Dilaporkan Tewas Akibat Insiden Berdarah di Dogiyai
BATASPAPUA.COM, DOGIYAI – Kericuhan besar di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, berkembang menjadi rangkaian kekerasan beruntun. Setelah pembunuhan terhadap seorang anggota polisi, situasi kian tak terkendali dengan korban sipil berjatuhan dan aparat diserang dalam dua gelombang berbeda.
Korban pertama, Bripda Juventus Edowai, anggota Polres Dogiyai, ditemukan tewas dengan luka bacok di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimipugi, Distrik Kamuu, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Ia diduga menjadi korban pembunuhan menggunakan senjata tajam.
Peristiwa bermula sekitar pukul 11.40 WIT, saat patroli lanjutan yang dilakukan personel Polres Dogiyai di kompleks Ikebo mendapati warga berlarian di sekitar pertigaan Puskesmas. Informasi warga mengarah pada insiden kekerasan antarmasyarakat. Tak lama kemudian, ditemukan korban tergeletak di parit depan gereja yang kemudian dipastikan sebagai Bripda Juventus Edowai.
Kematian tersebut memicu eskalasi cepat. Kericuhan meluas ke Pasar Moanemani, diikuti laporan penembakan terhadap warga sipil di sejumlah lokasi.
Hingga Rabu (1/4/2026), empat warga sipil dilaporkan tewas tertembak:
- Siprianus Tibakoto di Kampung Ikebo
- Yulita Pigai (lansia) di dalam rumahnya di Kampung Ikebo
- Martinus Yobe di Kampung Idakotu
- Angkian Edowai di Kampung Denemani
Situasi di lapangan semakin memanas. Sekitar pukul 12.10 WIT, saat patroli lanjutan di Jalan Trans Nabire–Enaro, Kampung Ikamenida, personel Polres Dogiyai diserang sekelompok massa. Kelompok tersebut melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah petugas.
Peristiwa tragis ini dibenarkan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).
“Benar, kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2026 pukul 10.40 WIT. Korban JE (24) diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK) dan mengakibatkan meninggal dunia,” ungkap Kapolda.
Dalam insiden itu, seorang anggota berinisial Bripda AR (23) mengalami luka tembak senjata PCP di bagian bahu kiri.
Serangan tidak berhenti. Pada pukul 18.30 WIT, massa kembali menyerang aparat hingga ke Markas Komando (Mako) Polres Dogiyai menggunakan panah dan batu. Akibatnya, seorang anggota lainnya berinisial AY (22) terkena anak panah di bahu belakang sebelah kanan.
Selain korban jiwa dan luka, kerusakan material juga terjadi. Dua unit truk dibakar di sekitar Kantor DPR Dogiyai, sejumlah sepeda motor hangus, serta satu bangunan dilaporkan terbakar di sekitar Mapolres Dogiyai.
Dampak kerusuhan membuat Kota Moanemani lumpuh total. Aktivitas masyarakat terhenti, sementara warga memilih mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Aparat keamanan kini disiagakan di sejumlah titik strategis untuk mencegah eskalasi lanjutan.
Desakan publik menguat. Masyarakat meminta Kapolres Dogiyai segera memberikan klarifikasi terbuka dan bertanggung jawab atas rangkaian peristiwa yang menimbulkan korban sipil. Tuntutan investigasi independen juga mencuat untuk mengungkap pelaku pembunuhan awal serta pihak yang bertanggung jawab atas penembakan warga.
Hingga laporan ini diterbitkan, situasi di Dogiyai masih belum kondusif. Data korban dan kronologi peristiwa masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi resmi di lapangan. (*)










Tinggalkan Balasan