Rampung November 2026, Jembatan Digul II Siap Buka Akses Ekonomi Masyarakat Pegubin
BATASPAPUA.COM, PEGUBIN – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang memastikan pembangunan Jembatan Ok Sop (Digul II), salah satu proyek infrastruktur strategis di wilayah tersebut, terus berjalan sesuai rencana. Hingga awal Juli 2026, progres konstruksi telah mencapai sekitar 40 persen dan ditargetkan selesai pada November 2026.
Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Digul II merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah periode 2025–2029 yang difokuskan pada peningkatan konektivitas antarwilayah, percepatan pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat melakukan kunjungan kerja sekaligus temu pers bersama awak media pada Selasa (7/7/2026).
“Jembatan Digul II bukan sekadar sebuah konstruksi fisik, tetapi menjadi simbol harapan masyarakat Pegunungan Bintang. Infrastruktur ini akan membuka akses yang lebih baik bagi sektor pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan pariwisata daerah,” ujar Spei Yan Bidana.
Menurut Bupati, keberadaan jembatan yang menghubungkan Oksibil dengan Distrik Pepera akan memangkas hambatan mobilitas masyarakat yang selama ini menjadi tantangan pembangunan di wilayah pegunungan.
Selain memaparkan perkembangan pembangunan Jembatan Digul II, Bupati juga mengumumkan rencana peluncuran proyek pembukaan ruas jalan yang akan menghubungkan Distrik Pepera dengan Distrik Oklip dalam beberapa minggu mendatang.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan jalan tersebut merupakan bagian dari program besar Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam membangun konektivitas antardistrik secara bertahap.
“Jalan Pepera–Oklip menjadi kelanjutan dari pembangunan infrastruktur yang sedang kami lakukan. Harapannya, seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, dapat menikmati akses transportasi yang lebih baik sehingga mendorong pemerataan pembangunan,” katanya.
Sementara itu, kontraktor pelaksana proyek, Angga, mengungkapkan bahwa secara teknis pembangunan sebenarnya ditargetkan selesai lebih awal. Namun, tingginya curah hujan serta terjadinya longsor pada sejumlah titik akses menuju lokasi proyek menyebabkan pekerjaan mengalami penyesuaian jadwal.
“Kondisi geografis dan cuaca menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan proyek ini. Meski demikian, kami terus melakukan percepatan pekerjaan dengan menambah tenaga kerja, mengatur sistem kerja bergilir, serta menyesuaikan metode konstruksi agar target penyelesaian tetap dapat dicapai,” jelasnya.
Ia menambahkan, pekerjaan struktur bawah jembatan telah selesai dikerjakan, sementara pembangunan struktur atas dan tahap penyelesaian (finishing) terus berlangsung sesuai jadwal yang telah diperbarui. Tim teknis juga terus melakukan inovasi dalam mengatasi kendala kondisi tanah yang lembap serta medan yang cukup terjal.
Dukungan terhadap pembangunan Jembatan Digul II juga datang dari masyarakat. Nelson Tapjor, perwakilan masyarakat Distrik Pepera sekaligus pengawas lokal proyek, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang atas komitmennya membangun infrastruktur yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.
Menurut Nelson, selama bertahun-tahun masyarakat mengalami berbagai keterbatasan akibat sulitnya akses transportasi, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan.
“Kehadiran Jembatan Digul II akan membawa perubahan besar bagi masyarakat. Mobilitas akan semakin mudah, biaya transportasi dapat ditekan, dan hasil pertanian lebih cepat dipasarkan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyatakan bahwa masyarakat telah berkomitmen menjaga dan merawat infrastruktur tersebut setelah selesai dibangun melalui pembentukan kelompok pengawas masyarakat yang akan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kami menyadari bahwa jembatan ini merupakan aset penting bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang. Karena itu masyarakat siap menjaga, merawat, dan mengawasi keberlangsungan fungsi jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang optimistis proyek Jembatan Digul II dapat diselesaikan sesuai target pada November 2026. Pemerintah juga akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Kami akan terus mengawal pembangunan ini hingga selesai. Dengan kerja sama seluruh pihak, baik pemerintah, kontraktor maupun masyarakat, kami yakin Jembatan Digul II akan menjadi salah satu tonggak penting pembangunan Pegunungan Bintang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Bupati Spei Yan Bidana.
Jembatan Digul II yang memiliki panjang sekitar 250 meter diharapkan menjadi infrastruktur strategis yang memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Pegunungan Bintang, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua.
Penulis: Aquino Ningdana
Editor: Jamal Y.Bwariat
- akses transportasi Papua
- Berita Pegunungan Bintang
- Distrik Pepera
- ekonomi Pegunungan Bintang
- Fokus Pegunungan Bintang
- Headline
- Infrastruktur Papua
- infrastruktur Pegunungan Bintang
- jalan Pepera Oklip
- Jembatan Digul II
- Jembatan Ok Sop
- konektivitas Pegubin
- Oksibil
- Papua Pegunungan
- Pegubin
- Pegunungan Bintang
- Pembangunan Daerah
- pembangunan jembatan Papua
- pembangunan Papua Pegunungan
- proyek Jembatan Digul II
- proyek strategis Papua
- Spei Yan Bidana














Tinggalkan Balasan