PSSI Perkuat “Permainan” di Papua Selatan Lewat Workshop dan Edukasi Persepakbolaan

Pelaksanaan Workshop dan Edukasi Sepak Bola oleh PSSI di Merauke. Foto : Jamal/Bataspapua.com

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – PSSI terus menunjukkan komitmennya untuk memperkuat fondasi sepak bola nasional hingga ke pelosok Nusantara. Kali ini, Papua Selatan menjadi “lapangan berikutnya” dalam agenda pengembangan sepak bola nasional, dengan digelarnya Workshop dan Edukasi Persepakbolaan pada Senin (20/10/2025) di Merauke.

Kegiatan ini dipandu oleh Sekretaris Asprov PSSI Papua Selatan, Arnold Rudolf, dan menghadirkan delegasi PSSI Pusat yang dikomandoi Surya Binanga, Head of Member Development Department PSSI, bersama delapan anggota tim dari berbagai “posisi kunci” seperti kompetisi, keanggotaan, infrastruktur, media, dan teknologi informasi.

Dalam sambutannya, Surya Binanga menegaskan bahwa kunjungan PSSI ke Papua Selatan bukan sekadar memberi materi, tetapi juga untuk mendengar langsung kondisi lapangan dan memahami taktik serta tantangan yang dihadapi para pelaku sepak bola daerah.

“Kami datang bukan hanya untuk bicara strategi di papan tulis, tapi untuk membaca permainan di lapangan. Kami ingin tahu di mana letak kesulitan dan potensi yang bisa dikembangkan. Dengan begitu, pembinaan bisa lebih tepat sasaran dan hasilnya nyata,” ujar Surya.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari “tur pembangunan sepak bola nasional” yang dilakukan PSSI ke berbagai provinsi baru, terutama di kawasan Papua. Hasil dari workshop ini akan menjadi peta taktik untuk memperkuat struktur pembinaan dan sistem kompetisi di Papua Selatan.

Para pengurus Asprov dan Askab se-Papua Selatan tampil “on fire”. Diskusi berjalan dinamis, membahas mekanisme kompetisi, peningkatan kualitas SDM kepelatihan dan perwasitan, manajemen klub, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung transparansi dan profesionalisme liga daerah.

Ketua KONI Papua Selatan, Antonius Kaize, yang membuka kegiatan secara resmi, memberikan “apresiasi penuh” atas langkah konkret PSSI. Ia menyebut kehadiran tim PSSI di Papua Selatan sebagai bukti nyata perhatian pusat terhadap pemain-pemain muda di daerah.

“Kami tahu kami masih butuh banyak pelatihan dan pengalaman, tapi kami juga punya semangat untuk main di lapangan sendiri. Kami ingin membangun sistem yang kuat agar ke depan, setiap turnamen bisa dijalankan oleh SDM Papua Selatan tanpa bergantung pada pihak luar,” tegas Antonius.

Menurutnya, pembinaan sepak bola bukan hanya tentang mengejar skor dan trofi, tapi juga membangun karakter, semangat, dan ekonomi masyarakat.

“Sepak bola bukan sekadar hiburan. Ini adalah industri rakyat dan kebanggaan daerah. Setiap pertandingan menggairahkan ekonomi lokal, menghidupkan lapangan, dan menyatukan masyarakat. Karena itu, perhatian seperti ini harus terus mengalir,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar jalur komunikasi antara PSSI Pusat dan Papua Selatan tetap terbuka, baik melalui kunjungan lapangan, forum daring, maupun sinergi program pembinaan yang berkelanjutan.

Lewat kegiatan ini, PSSI menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem sepak bola yang merata, profesional, dan berkelanjutan. Papua Selatan kini menjadi “pemain baru” yang siap ikut dalam permainan besar pembangunan sepak bola nasional. (AL/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!