Polda Papua Kirim Pasukan Brimob Atasi Aksi Teror KKB di Intan Jaya

YouTube player

 

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Dalam sepekan terakhir situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah kian memanas akibat gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB).

Merespon hal tersebut, Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku, telah memerintahkan pergeseran pasukan tambahan menuju ke Intan Jaya.

Saat ini, kata Irjen Mathius pihaknya sudah berkoordinasi dengan TNI untuk membantu alat transportasi berupa helikopter.

“Kami sudah melakukan rapat intens dengan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III untuk menyiapkan helikopter guna penguatan keamanan,” katanya, Rabu (1/5/2024).

Menurutnya, penguatan keamanan yang dikirim dari Timika dan Jayapura tersebut guna mengantisipasi gangguan susulan dari KKB Papua.

“Mudah-mudahan helikopter yang kami butuhkan segera ada. Karena 2 helikopter milih Satgas Damai Cartenz sedang pemeliharaan, sehingga kami berharap ada bantuan dari TNI untuk penyediaan helikopter tersebut,”

“Kalau sudah ada helikopter, besok (hari ini) sudah ada pergerakan pasukan keamanan ke Intan Jaya untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas di Kota Sugapa,” sambung Fakhiri.

Kapolda mengungkapkan, telah memerintahkan Kapolres Intan Jaya untuk menjaga parameter dari lokasi pembakaran dan penembakan tersebut.

Dirinya juga menyayangkan aksi yang dilakukan KKB Papua dengan membakar fasilitas pendidikan di Intan Jaya.

KKB Papua membakar bangunan Sekolah Dasar Inpres Pogapa di Distrik Homeyo, Intan Jaya, Rabu (1/5/2024).
KKB Papua membakar bangunan Sekolah Dasar Inpres Pogapa di Distrik Homeyo, Intan Jaya, Rabu (1/5/2024).

“Sekolah, Puskesmas jangan dibakar. Kalau fasilitas ini dirusak atau dibakar, bagaimana masyarakat Papua mau pintar, sehat,” tanya Kapolda Fakhiri.

Untuk itu, dirinya meminta kepada warga Papua yang ada di Intan Jaya untuk membantu pihak keamanan untuk mengusir KKB dari wilayah tersebut agar tidak melakukan kekerasan atau pembakaran fasilitas umum.

“Saya tidak mau berburuk sangka karena mungkin warga terintimidasi sehingga mereka membatu KKB dalam melakukan aksinya,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, pada Selasa (30/4/2024), seorang warga sipil atas nama Alexsander Parapak (20) tewas tertembak usai serangan yang dilakukan oleh KKB Papua terhadap Polsek Homeyo, di Kampung Pogapa Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya.

Seorang warga sipil asal Toraja, Sulawesi Selatan bernama Alexsander Parapak, yang berusia 20 tahun, menjadi korban tewas akibat serangan KKB Papua, Selasa (30/4/2024).
Seorang warga sipil asal Toraja, Sulawesi Selatan bernama Alexsander Parapak, yang berusia 20 tahun, menjadi korban tewas akibat serangan KKB Papua, Selasa (30/4/2024).

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, AKBP Bayu Suseno mengatakan, Alexsander meninggal dunia akibat terkena tembakan dari KKB pada bagian dada kiri tembus punggung belakang dan dibagian bawah ketiak sebelah kiri.

Sehari berselang KKB Papua kembali melakukan aksi teror dengan membakar bangunan SD Inpres Pogapa di Distrik Homeyo.

” Berdasarkan keterangan warga sekitar pelaku pembakaran sekolah ini adalah pelakunyang sama yang menembak warga sipil (Alexander) mereka dari Kelompok Keni Tipagau dari Kodap VIII Kemabu, pimpinan Undius Kogoya dan Aibon Kogoya,” ungkap Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2024, AKBP Bayu Suseno.

 

(redaksi/BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!