Pilot Susi Air Yang Disandera OPM Mengaku Nyawanya Terancam

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Manajemen Markas Pusat Komando Nasional (Komnas) Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) merilis video Pilot Susi Air yang disandera, Kapten Philip Mark Mehrtens, Jumat (12/4/2024).
Dalam video itu, Kapten Philip meminta agar TNI-Polri menghentikan serangan dengan melepaskan bom menggunakan pesawat tempur.
Hal itu disebut sangat membuat dirinya terancam.
Akibatnya, kini ia telah dibawa keluar dari tempat aman oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama-Dragma pimpinan Egianus Kogoya.
“Tentara Indonesia lepas bom (saat) malam, pagi sekali masih gelap, pakai pesawat tempur lepas bom besar. Semua tanah habis,” ujar Kapten Philip yang dikawal oleh Egianus Kogoya serta pasukannya.
“Waktu dulu, saya di tempat aman. Tapi karena pesawat tempur lepas bom di mana-mana, tentara Papua mengambil saya lagi, putar-putar. Sudah tidak aman untuk saya,” ujarnya.
Dia juga meminta tolong kepada negara asing untuk mendesak Pemerintah Indonesia agar tidak melakukan penyerangan yang dapat membahayakan keselamatannya.
“Tolong jangan pakai pesawat tempur, jangan lepas bom besar, dan jangan kejar di hutan-hutan. Semua negara di luar, negara asing tolong bicara dengan Indonesia, jangan begitu,” pintanya.
Kapten Philip di dalam video tersebut terlihat mengenakan topi rimba dan kaos hitam yang bergambar burung cenderawasih dan bendera bintang kejora.
Setahun lebih disandera sejak Februari 2023, tubuh Kapten Philip kini tampak begitu kurus. Rambut dan janggutnya pun telah memanjang dan lebat.
(redaksi/BP)










Tinggalkan Balasan