Pelatihan Digital Inklusif Jadi Terobosan Birokrasi Modern di Asmat
BATASPAPUA.COM, ASMAT – Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI terus mendorong percepatan transformasi birokrasi melalui program Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan IV tahun 2025. Salah satu milestone jangka pendek yang berhasil ditorehkan dalam program ini adalah pelaksanaan inovasi “Pelatihan Digital Inklusif, Penguatan Peran Sekretariat dalam Mendukung Tata Kelola Kantor yang Efektif dan Transparan.”
Inovasi ini digagas oleh Nur Asiah, S.Sos, Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Asmat, yang bertindak sebagai Ketua Tim Aksi Perubahan.
Bersama tim efektif, ia berhasil merancang dan melaksanakan sejumlah kegiatan, salah satunya sosialisasi serta pelatihan digital inklusif yang digelar pada 11–12 September 2025 di Ruang Rapat Dinas Perindagkop Asmat.

Sekretariat sebagai Agen Penguat Tata Kelola
Dalam birokrasi, peran sekretariat kerap dipandang administratif semata. Namun melalui program ini, sekretariat didorong menjadi agen penguat tata kelola yang mampu mendorong keterbukaan informasi, memperbaiki sistem internal, dan menumbuhkan budaya kolaborasi di lingkungan kerja.
Menurut Nur Asiah, pelatihan ini bukan sekadar penguatan fungsi teknis, melainkan upaya membangun fondasi institusi agar lebih siap menjawab tantangan birokrasi yang kian kompleks dan menuntut akuntabilitas tinggi.
“Sekretariat adalah jantung organisasi. Dengan sistem digital yang inklusif, pengarsipan surat dan dokumen penting tidak lagi memakan waktu dan biaya besar. Semua dapat diakses lebih cepat, lebih transparan, dan lebih akurat,” jelas Nur Asiah.

Dari Manual ke Digital: Hemat Waktu dan Anggaran
Salah satu capaian penting dari pelatihan ini adalah penerapan digitalisasi pengarsipan. Jika sebelumnya surat masuk, surat keluar, maupun berkas penting dikelola secara manual, kini proses tersebut dialihkan menggunakan aplikasi sederhana berbasis Google Form dan Spreadsheet.
Langkah ini memungkinkan aparatur sekretariat lebih efisien dalam mencatat, mendistribusikan, dan menyimpan dokumen. Selain menghemat waktu, sistem ini juga memangkas penggunaan kertas serta biaya operasional.
“Kami ingin menghadirkan inovasi yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh pegawai sekretariat. Digitalisasi ini adalah bentuk langkah kecil yang memberi dampak besar,” tambah Nur Asiah.
Selaras dengan Visi RPJMD 2025–2029
Transformasi digital yang digagas dalam aksi perubahan ini juga sejalan dengan visi besar RPJMD Kabupaten Asmat 2025–2029. Dokumen perencanaan tersebut menekankan pentingnya mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, meningkatkan investasi untuk membuka lapangan kerja, serta membangun birokrasi yang bersih, responsif, transparan, dan akuntabel.
Dengan digitalisasi pengarsipan, sekretariat diharapkan dapat menjadi model tata kelola yang lebih modern, sekaligus mendukung pencapaian visi pembangunan daerah.

Didukung Pemerintah Daerah dan Mentor
Aksi perubahan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Asmat. Kepala Dinas Perindagkop Melianus Jitmau, SH, M.Si selaku mentor turut mendampingi dan memastikan program ini dapat berjalan efektif serta berkelanjutan.
“Transformasi digital adalah kebutuhan mendesak dalam birokrasi modern. Kami berharap inovasi ini bisa direplikasi di unit kerja lain sehingga manfaatnya lebih luas,” tegas Melianus Jitmau.
Menuju Jangka Menengah dan Panjang
Pelatihan digital inklusif ini baru tahap awal dari rencana besar yang disusun dalam kerangka aksi perubahan. Ke depan, program akan diperluas ke tahap jangka menengah dan jangka panjang, antara lain dengan pengembangan sistem pengarsipan yang lebih terintegrasi serta peningkatan kapasitas SDM dalam memanfaatkan teknologi digital.
Nur Asiah menegaskan, komitmen ini tidak berhenti pada milestone jangka pendek, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan untuk membangun pemerintahan yang lebih modern, transparan, dan melayani masyarakat secara lebih baik.
Tentang PKA LAN RI
Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) adalah program pengembangan kompetensi yang dirancang oleh LAN RI untuk menyiapkan pejabat administrator agar mampu memimpin pelaksanaan kegiatan pemerintahan secara efektif dan inovatif.
Melalui pendekatan aksi perubahan, peserta dituntut melahirkan terobosan nyata yang dapat memberi dampak bagi instansi dan masyarakat. (AL/ADM)










Tinggalkan Balasan