OPM Pimpinan Egianus Kogoya Tegaskan Tidak Akan Melepas Pilot Selandia Baru Yang Disandera

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kembali merilis video penampakan pilot Susi Air, Kapten Phillip Mark Mehrtens yang mereka sandera bersama Pimpinan OPM wilayah Nduga, Egianus Kogoya.
Mereka juga membacakan sejumlah pernyataan yang meminta ketegasan kepada Pemerintah Indonesia khususnya kepada TNI-Polri.
Egianus Kogoya mengatakan dengan tegas bahwa pihaknya tidak akan melepas pilot Susi Air berkebangsaan Selandia Baru, Phillip Mark Mehrtens, yang disandera.
Ketegasan ini disampaikan Egianus buntut adanya sejumlah upaya yang dilakukan TNI-Polri dalam mengejar kelompok ini.
Egianus menyebutkan bahwa militer Indonesia (TNI-Polri) telah membombardir sejumlah kawasan yang diduga sebagai tempat persembunyian pasukannya, padahal kawasan-kawasan itu merupakan lokasi pengungsian masyarakat dari daerah-daerah yang telah dikosongkan dan jadikan sebagai lokasi perang dengan militer Indonesia.
Bahkan Egianus mengaku telah menaruh pilot di lokasi yang aman bersama dengan masyarakat yang mengungsi, namun karena adanya serangan udara oleh militer Indonesia yang membombardir kawasan pengungsian masyarakat sehingga ia terpaksa membawa pilot bersamanya bergerilya di dalam hutan.
“Dan dari Kiyawage lari sampai Agandugume dan lari sampai Alama, lari sampai Mumugu. Dari Yuguru lari sampai Geselema dan lari sampai Kilmid, itu kami sudah taruh tempat pengungsi, dan pengungsi sementara tahambur di situ. Kenapa sampai tentara Indonesia sudah langgar aturan,” kata Egianus dalam penggalan video singkat yang mereka rilis, Jumat malam (12/4/2024).
Egianus menyebut militer Indonesia membombardir dari udara sejak pukul 4 pagi.
“Tentara Indonesia sudah langgar aturan, di tempat-tempat masyarakat kasih turun bom pakai pesawat pemburu, akhirnya pilot sementara ditangan kami TPNPB-OPM, dan kami akan bawa dia sampai tempat perang mana pun,” kata Egianus.
Egianus menegaskan tidak akan melepas pilot meski upaya pembebasan terus dilakukan oleh pihak manapun dan menyatakan siap perang melawan militer Indonesia.
“Kemanapun saya akan bawa. Jadi jangan harap bahwa pilot akan ambil kembali, tidak mungkin ambil kembali. Pilot bersama saya sampai akan mati. Itu adalah target,” tegasnya.
Egianus juga menjelaskan peristiwa penyanderaan yang dilakukan para terdahulunya terharap belasan warga Indonesia dan Asing hingga dibebaskan oleh Prabowo.
“Orang tua dulu sandera pake parang untuk membebaskan sandera, bukan pakai bom, dan diambil kembali dibawah pimpinan Prabowo, hari ini beda,” ungkapnya.
Sementara pilot Phillip Mark Mehrtens juga diberikan kesempatan untuk berbicara. Pilot menyampaikan terkait serangan yang dilancarkan militer Indonesia dalam memburu pasukan TPNPB-OPM.
Dirinya pun meminta kepada negara-negara luar untuk mendesak Indonesia agar menghentikan serangan militer yang menggunakan bom-bom besar.
“Negara asing, negara-negara di luar, tolong bicara dengan Indonesia. Bicara dengan mereka jangan pakai bom besar. Berhenti. Tidak boleh,” kata Phillip.
Akibat serangan dari udara itu, Phillip yang tadinya ditaruh bersama masyarakat pengungsi akhirnya dibawa oleh Egianus dan pasukannya.
“Dulu saya ditempat aman, tapi karena pesawat pemburu lepas bom di mana-mana, tentara Papua mengambil saya lagi putar-putar sudah tidak aman buat saya. Tolong jangan pakai pesawat pemburu, jangan lepas bom besar,” ujarnya.
(redaksi/BP)










Tinggalkan Balasan