MRP Papua Selatan Segera Isi Kekosongan Wakil Ketua II, Kris Basik-basik Jadi Calon Tunggal

Rapat MRP Papua Selatan, Rabu (17/6/2026). Foto: Bataspapua.com

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan mulai memproses pengisian jabatan Wakil Ketua II yang selama ini mengalami kekosongan. Proses tersebut kini telah memasuki tahap penetapan calon sesuai mekanisme dan tata tertib yang berlaku di lingkungan MRP Papua Selatan.

Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, mengatakan pengisian posisi Wakil Ketua II menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan terhadap aspirasi masyarakat adat di wilayah Papua Selatan.

Menurut Damianus, sebelumnya MRP Papua Selatan telah melaksanakan pemilihan untuk mengisi posisi tersebut. Namun, proses tidak dapat berlanjut setelah almarhum Niko Mahuse, yang saat itu terpilih sebagai Wakil Ketua II, meninggal dunia beberapa bulan setelah pemilihan berlangsung.

“Selama ini terjadi kekosongan pada posisi Wakil Ketua II. Setelah almarhum Niko Mahuse meninggal dunia, jabatan tersebut belum terisi sehingga perlu dilakukan proses pengisian kembali,” ujar Damianus kepada Bataspapua.com di Merauke, Rabu (17/6/2026).

Ia menjelaskan, rapat yang digelar MRP Papua Selatan telah membahas dan menyepakati seluruh mekanisme serta tata cara pengisian jabatan pimpinan tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Tahapan berikutnya dilakukan melalui mekanisme internal pada kelompok kerja (Pokja) yang memiliki kewenangan mengusulkan calon. Pokja terkait telah melaksanakan proses penjaringan dan penetapan bakal calon yang dituangkan dalam berita acara resmi.

“Hasil penjaringan menetapkan satu calon tunggal. Selanjutnya akan dilakukan penetapan dari bakal calon menjadi calon dan dilanjutkan dengan tahapan penetapan sesuai mekanisme yang berlaku,” jelasnya.

Damianus menegaskan seluruh proses dilaksanakan berdasarkan tata tertib MRP Papua Selatan dan tetap mengedepankan kesepakatan yang dibangun melalui mekanisme adat sebagai bagian dari sistem representasi masyarakat adat di Papua Selatan.

Menurutnya, proses tersebut juga telah memperoleh dukungan dari unsur-unsur terkait, termasuk perwakilan adat yang menjadi bagian penting dalam struktur kelembagaan MRP.

Dengan segera terisinya jabatan Wakil Ketua II, MRP Papua Selatan diharapkan dapat semakin optimal menjalankan fungsi representasi, pengawasan, perlindungan, dan pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) di wilayah Papua Selatan.

Sementara itu, Kris Basik-basik, yang ditetapkan sebagai calon tunggal Wakil Ketua II MRP Papua Selatan, menyatakan komitmennya untuk memperkuat koordinasi antar pimpinan serta meningkatkan pelayanan terhadap berbagai persoalan dan aspirasi masyarakat adat.

Menurut Kris, banyaknya persoalan yang berkembang di tengah masyarakat membuat beban kerja pimpinan MRP Papua Selatan cukup besar. Karena itu, kehadiran Wakil Ketua II dinilai penting untuk memperkuat pembagian tugas dan mempercepat penanganan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat.

“Selama ini banyak persoalan yang muncul di lapangan dan harus segera ditindaklanjuti. Kehadiran Wakil Ketua II diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan pembagian tugas sehingga setiap aspirasi masyarakat dapat ditangani secara lebih cepat dan efektif,” ujarnya.

Kris mengatakan, apabila dipercaya menduduki jabatan tersebut, dirinya akan membangun sinergi dengan Ketua MRP Papua Selatan dan Wakil Ketua I untuk memastikan seluruh tugas kelembagaan berjalan lebih maksimal.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk melayani seluruh unsur yang ada di MRP Papua Selatan tanpa membedakan kelompok atau kepentingan tertentu.

“Sebagai pimpinan, tugas kami adalah melayani seluruh masyarakat dan seluruh unsur yang ada di MRP Papua Selatan. Semua aspirasi harus mendapat perhatian dan pendampingan yang sama,” tegasnya.

Kris berharap semangat kolaborasi, kebersamaan, dan pelayanan dapat terus diperkuat di lingkungan MRP Papua Selatan guna meningkatkan peran lembaga dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat serta mendukung pembangunan yang berpihak kepada Orang Asli Papua di Provinsi Papua Selatan.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!