Massa KNPB Sempat Bersitegang dengan Polisi Di Pos 7 Sentani, Kapolres Larang Lepaskan Tembakan

BATASPAPUA.COM, SENTANI – Ketegangan pecah di kawasan pertigaan Pos VII, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (15/8/2026) pagi. Aksi massa gabungan mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi (STT) Walter Pos dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) berujung pembubaran paksa setelah aparat kepolisian memblokade lokasi dan meminta massa meninggalkan kawasan tersebut.

Ratusan orang yang terdiri dari mahasiswa, anggota KNPB, laki-laki dan perempuan berkumpul di sekitar Jalan Pos 7 Sentani. Massa sebelumnya hendak menyampaikan aspirasi, namun akses menuju jalan protokol telah ditutup aparat gabungan sejak sekitar pukul 08.00 WIT.

Polisi berpakaian lengkap berjaga dan membuat barikade untuk membatasi pergerakan massa. Aparat meminta peserta aksi tidak melanjutkan kegiatan dan kembali ke kediaman masing-masing.

Situasi kemudian memanas. Sekitar pukul 08.40 WIT, massa dan aparat nyaris terlibat aksi saling lempar. Ketegangan sempat meningkat, namun bentrokan fisik terbuka berhasil dihindari setelah kedua pihak menahan diri.

Kapolsek Sentani Kota AKP Bernadus Yunus Ick berulang kali meminta massa membubarkan diri.

“Jika saudara-saudara tidak membubarkan diri, kepolisian akan mengambil langkah tegas dan membubarkan secara paksa. Kembali ke kediaman masing-masing,” tegas Bernadus di tengah massa.

Ia kembali meminta massa meninggalkan lokasi.

“Bubar, kalian balik kanan sudah. Jalan sudah, kami tidak memukul kalian,” serunya.

Namun, imbauan tersebut tidak serta-merta membuat massa meninggalkan kawasan Pos VII. Perwakilan mahasiswa justru meminta aparat memberikan ruang bagi mereka untuk menyampaikan aspirasi.

“Kami mengakui tugas kalian, tetapi tidak perlu menakuti kami. Kami ingin menyampaikan aspirasi,” balas salah seorang pengunjuk rasa.

Ketegangan kembali memuncak sekitar pukul 09.33 WIT. Massa mahasiswa berusaha menghimpun kembali barisan di pertigaan Pos VII. Aparat kemudian mengambil tindakan dengan melepaskan gas air mata untuk membubarkan massa.

Tembakan gas air mata membuat massa berlari berhamburan meninggalkan titik aksi. Sebagian pengunjuk rasa bergerak menuju kawasan sekitar Gereja GKI Betania Pos VII untuk menyelamatkan diri dari kepulan gas.

Meski sempat tercerai-berai, massa kemudian kembali berkumpul di sekitar pertigaan Pos VII. Situasi pun kembali berada dalam kondisi tegang dengan aparat tetap melakukan penjagaan ketat.

Di tengah eskalasi tersebut, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan justru meminta anggotanya tidak terpancing dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk keadaan.

“Saya ingatkan anggota agar tidak melempar massa dengan batu, jangan lepas tembakan,” kata Dionisius saat memantau langsung proses negosiasi dengan massa.

Kapolres meminta personel mengutamakan keselamatan serta pendekatan persuasif. Ia mengingatkan anggota agar tetap mampu mengendalikan diri meski situasi di lapangan memanas.

Pengamanan aksi di wilayah Kabupaten Jayapura melibatkan sekitar 750 personel gabungan. Mereka terdiri dari Polres Jayapura, Lanud, Kodim, Yonif TP 810/BEM, Brimob Polda Papua dan Satpol PP.

Aparat disebar di sekitar 10 titik yang sebelumnya menjadi lokasi rencana aksi. Khusus di kawasan Jalan Pos 7 Sentani, dua unit water cannon juga disiagakan untuk mengantisipasi pergerakan massa dan kemungkinan meningkatnya eskalasi.

Hingga sekitar pukul 10.16 WIT, ketegangan belum sepenuhnya reda. Perwakilan massa dan pihak Polres Jayapura masih melakukan dialog dan negosiasi untuk mencari kesepakatan mengenai penyampaian aspirasi.

Pembubaran paksa dan penggunaan gas air mata menjadi titik paling tegang dalam aksi tersebut. Di sisi lain, kepolisian menyatakan pengamanan tetap diarahkan untuk mencegah situasi berkembang menjadi bentrokan yang lebih besar dan menjaga keselamatan masyarakat maupun aparat di sekitar lokasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!