Kronologi Bripda Juventus Edowai Tewas Dibacok OTK di Dogiyai, Massa Lanjut Serang Mako Polres
BATASPAPUA.COM, DOGIYAI – Aksi penganiayaan berat terhadap seorang personel Polres Dogiyai berujung maut. Korban Bripda Juventus Edowai (24) ditemukan meninggal dunia dengan luka bacok di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (31/3/2026).
Peristiwa tragis ini dibenarkan Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (1/4/2026).
“Benar, kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2026 pukul 10.40 WIT. Korban JE (24) diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK) dan mengakibatkan meninggal dunia,” ungkap Kapolda.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan luka bacok pada bagian leher hingga kepala belakang, serta luka serius pada jari kelingking dan jari manis tangan kanan yang menyebabkan kedua jari tersebut putus.
Kronologi kejadian bermula saat saksi LR (44) bersama personel Polres Dogiyai melakukan patroli sekitar pukul 11.40 WIT di wilayah kompleks Ikebo. Saat itu, mereka melihat warga berlarian di sekitar pertigaan Puskesmas.
Personel kemudian bergerak cepat menuju lokasi. Warga yang ditemui menyebutkan bahwa insiden tersebut diduga dilakukan oleh sesama masyarakat setempat. Tak lama kemudian, seorang warga menginformasikan adanya seseorang yang tergeletak di parit depan Gereja Ebenhaezer.
“Setibanya di TKP, personel mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan luka akibat benda tajam di bagian kepala belakang,” jelas Kapolda.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Pratama Dogiyai oleh aparat kepolisian.
Situasi di Dogiyai sempat memanas pasca kejadian tersebut. Sekitar pukul 12.10 WIT, saat patroli lanjutan di Jalan Trans Nabire–Enaro, Kampung Ikamenida, personel Polres Dogiyai mendapat serangan dari sekelompok masyarakat.
Kelompok tersebut melakukan provokasi dengan melepaskan anak panah ke arah petugas. Dalam insiden itu, seorang anggota berinisial Bripda AR (23) mengalami luka tembak senjata PCP di bagian bahu kiri.
Tak berhenti di situ, pada pukul 18.30 WIT, serangan kembali terjadi. Sekelompok massa menyerang personel Polres Dogiyai hingga ke Mako Polres menggunakan panah dan batu.
Akibatnya, seorang anggota lainnya berinisial AY (22) terkena anak panah di bahu belakang sebelah kanan.
Kapolda menegaskan hingga saat ini belum ada laporan korban dari masyarakat sipil yang dapat dikonfirmasi. Meski demikian, aparat keamanan terus melakukan pengamanan intensif di wilayah tersebut.
“Situasi di Kabupaten Dogiyai saat ini dalam keadaan aman dan terkendali. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang. Percayakan penanganan kepada aparat TNI-Polri,” tegasnya.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan gugurnya personel Polres Dogiyai tersebut. (*)










Tinggalkan Balasan