Koops TNI Habema Kuasai Honai Diduga Pos OPM di Intan Jaya

Tampak sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Foto: Bataspapua.com/Ist

BATASPAPUA.COM, INTAN JAYA – Kelompok bersenjata yang diduga terkait TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Apeni Kobogau dilaporkan melarikan diri ke kawasan hutan setelah personel Koops TNI Habema melakukan penguasaan wilayah di sekitar Kampung Gamagai, Distrik Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Operasi tersebut bermula dari patroli pengamanan wilayah yang dilakukan personel Koops TNI Habema di tengah kondisi medan yang terjal dan gelap. Suhu ekstrem sekitar 3 derajat Celsius tidak menghentikan prajurit menjalankan pengawasan.

Kecurigaan muncul setelah personel mendeteksi suara anjing dan cahaya senter di sekitar aliran sungai. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pemantauan menggunakan drone.

Dari hasil observasi udara, terpantau tiga orang bergerak menyusuri sungai ke arah Distrik Ugimba sebelum berhenti di sebuah honai yang diduga menjadi lokasi persinggahan.

Informasi itu kemudian dilaporkan secara berjenjang. Personel dari TK Gamagai diperkuat untuk melakukan penguasaan wilayah terhadap honai yang diduga digunakan kelompok tersebut.

Saat penindakan dilakukan, kelompok yang diduga terkait OPM memilih melarikan diri ke arah kawasan hutan dan wilayah ketinggian menuju Kampung Kulapa. Tidak terjadi kontak tembak dalam penindakan tersebut, berdasarkan keterangan yang disampaikan Koops TNI Habema.

Meski kelompok tersebut berhasil meloloskan diri, personel menemukan dan mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata.

Barang yang diamankan antara lain satu senjata rakitan, satu pistol revolver standar, tujuh butir munisi, satu kotak munisi senapan angin, satu panah beserta lima anak panah, dua noken, satu bendera Bintang Kejora, satu senter dan sembilan baterai.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna mengatakan keberhasilan penguasaan wilayah tersebut tidak terlepas dari kesiapsiagaan dan koordinasi personel di lapangan.

“Prajurit Koops TNI Habema akan terus melaksanakan tugas secara selektif, terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah Papua,” ujarnya.

Operasi di Gamagai menjadi bagian dari upaya pengamanan wilayah di tengah kondisi geografis Intan Jaya yang berat. Medan terjal, suhu ekstrem dan minimnya akses menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang menjalankan patroli.

Koops TNI Habema menegaskan operasi keamanan tetap dilaksanakan secara selektif dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta prinsip kemanusiaan.

Penguasaan wilayah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pergerakan kelompok bersenjata di kawasan tersebut terus menjadi perhatian aparat keamanan. Deteksi melalui pemantauan udara dan respons cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam mengantisipasi keberadaan kelompok bersenjata di wilayah Intan Jaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!