KKB Sudah Masuk Papua Selatan, Satu Warga Sipil Ditembak Mati

Proses evakuasi 11 orang, terdiri dari 9 guru, 1 dokter, dan 1 bidan langsung dievakuasi ke Distrik Agats, ibu kota Kabupaten Asmat. Foto : Istimewa

BATASPAPUA.COM, ASMAT- Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melancarkan aksi brutal. Setelah melakukan penembakan terhadap 2 warga di Korowai, Kali ini, seorang warga sipil bernama Guruwardana (24) menjadi korban penembakan hingga tewas di Kampung Ulakin, Distrik Kolf Braza, Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Aksi kejam itu terjadi pada Minggu (21/9/2025).

Korban ditemukan dengan luka tembak di tubuhnya. Insiden berdarah ini membuat situasi di Distrik Kolf Braza mencekam dan memaksa aparat melakukan langkah darurat.

Informasi awal insiden tersebut dit erima dari petugas distrik yang segera melaporkannya ke Pos Satgas Yonif 123/Rajawali di Distrik Suator. Dari laporan itu terungkap, para pelaku bersenjata lengkap menggunakan perahu ketinting dari Kampung Kapayap Dua menuju Kampung Ulakin sebelum melancarkan serangan.

Tak lama berselang, KKB yang menamakan diri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengeluarkan klaim bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut. Mereka bahkan menegaskan bahwa korban adalah aparat militer Indonesia.

“Laporan resmi dari Komandan Batalion Kanibal dan Batalion Yamue wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo di Asmat, bahwa kami telah menembak mati satu aparat militer Indonesia di Distrik Kolf Braza,” demikian pernyataan tertulis kelompok tersebut.

Akibat insiden ini, 11 orang, terdiri dari 9 guru, 1 dokter, dan 1 bidan langsung dievakuasi ke Distrik Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

Kepala Seksi Humas Polres Asmat, Ipda Agung Raka, membenarkan langkah evakuasi tersebut.

“Evakuasi dilakukan demi memastikan keselamatan para tenaga pendidik dan kesehatan pasca-penembakan. Situasi di lapangan masih berpotensi membahayakan warga sipil,” singkatnya kepada media, Selasa (23/9/2025)

Hingga kini, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengamanan ketat serta memburu pelaku penembakan. Sementara suasana di Distrik Kolf Braza dilaporkan masih mencekam usai serangan berdarah itu. (AL/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!