Video tersebut beredar melalui akun Facebook Efendi Hartoyo Muda. Dalam rekaman, wajah seorang pria terlihat jelas sedang melakukan panggilan video dengan pihak keluarga korban.
Percakapan berlangsung panas. Pria tersebut bahkan terlihat mengacungkan jari tengah sambil tertawa dan mengatakan:
“Fuck you, hahaha.”
Keluarga korban kemudian memperingatkan bahwa akan ada orang yang mencarinya.
“Nanti ada orang cari kau.”
Namun pria tersebut justru merespons dengan nada mengejek.
“Baru sudah makan? Mau tambah-tambah, mau tambah?”
Keluarga korban kemudian menyampaikan bahwa perbuatannya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.
“Perbuatanmu akan kau pertanggungjawabkan di surga.”
Pria tersebut kemudian membawa nama Presiden Prabowo Subianto dalam percakapan.
“Suruh Presiden kah, siapa itu Prabowo, tanggung jawabkan. Kita ini tidak ada masalah.”
Keluarga korban lalu mempertanyakan alasan anak mereka ditembak.
“Anak saya masalah apa kau bunuh, kau tembak?”
Jawaban pria tersebut kemudian menjadi bagian paling mengejutkan dalam rekaman.
“Itu kan supaya ada pengakuan untuk Papua merdeka.”
Pernyataan Diduga Ungkap Motif Penembakan
Ucapan tersebut menjadi sorotan karena secara eksplisit mengaitkan aksi penembakan dengan upaya memperoleh “pengakuan untuk Papua merdeka.”
Jika rekaman tersebut nantinya terbukti autentik dan pria di dalamnya benar merupakan pelaku, pernyataan tersebut dapat menjadi petunjuk penting bagi aparat untuk mendalami motif ideologis di balik penembakan tiga ASN.
Kasus ini juga menjadi perhatian karena korban merupakan aparatur sipil negara yang tengah menjalankan tugas pelayanan pemerintahan dan pembangunan di wilayah Papua.
Meski demikian, identitas pria dalam video belum dapat dipastikan secara independen. Rekaman yang beredar di media sosial juga masih memerlukan verifikasi mengenai keaslian, waktu perekaman, sumber video, serta keterkaitannya dengan HP milik korban.
Aparat penegak hukum perlu bergerak cepat mengusut rekaman tersebut dan mencocokkannya dengan bukti-bukti dalam kasus penembakan tiga ASN di Distrik Muliama.
Bila seluruh isi rekaman terbukti benar, video call tersebut bukan sekadar rekaman percakapan—tetapi dapat menjadi salah satu petunjuk penting untuk membongkar siapa pelaku, motif, serta jaringan di balik aksi penembakan tersebut. (*)
Tinggalkan Balasan