Jumlah OAP Capai 2,29 Juta Jiwa di Enam Provinsi Papua

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri merilis data terbaru terkait penduduk Orang Asli Papua (OAP) berdasarkan hasil pemilahan data pada Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK).

Berdasarkan data tersebut, jumlah Orang Asli Papua aktif di enam provinsi di Tanah Papua tercatat mencapai 2.296.846 jiwa. Jumlah itu terdiri dari 1.198.780 laki-laki dan 1.098.066 perempuan.

Sementara itu, total penduduk se-Tanah Papua berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Dinamis mencapai 5.832.120 jiwa, terdiri dari 3.060.425 laki-laki dan 2.771.695 perempuan.

Data Dukcapil menunjukkan Provinsi Papua Tengah menjadi wilayah dengan jumlah OAP terbanyak, yakni mencapai 995.248 jiwa. Disusul Provinsi Papua dengan 512.331 jiwa, Papua Barat sebanyak 281.161 jiwa, Papua Barat Daya 256.915 jiwa, Papua Selatan 229.337 jiwa, dan Papua Pegunungan sebanyak 21.854 jiwa.

Sedangkan berdasarkan total jumlah penduduk, Provinsi Papua Pegunungan tercatat memiliki jumlah penduduk terbesar mencapai 1.488.300 jiwa. Selanjutnya Papua Tengah 1.393.565 jiwa, Papua 1.126.448 jiwa, Papua Barat Daya 636.164 jiwa, Papua Selatan 595.192 jiwa, dan Papua Barat 592.451 jiwa.

Data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kebijakan afirmatif bagi Orang Asli Papua, termasuk dalam sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan ekonomi, serta penyaluran program pemerintah yang tepat sasaran.

Pendataan OAP dilakukan melalui pemutakhiran data kependudukan berbasis SIAK, hasil pemilahan Orang Asli Papua, DKB Dinamis, serta program jemput bola administrasi kependudukan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Data ini juga menjadi dasar penting bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat Papua, khususnya dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan Orang Asli Papua di seluruh Tanah Papua.

Diharapkan seluruh masyarakat terus mendukung proses pendataan administrasi kependudukan agar data yang dihasilkan semakin akurat, valid, dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!