Isak Tangis Iringi Jenazah Prada Haris Umaternate Berlabuh ke Sanana, Maluku Utara

Jenazah Prada Haris Umaternate, personel Satgas Pamtas RI–PNG dari Yonif Raider Khusus 753/Arga Vira Tama (AVT), di berangkatkan menuju kampung halamannya di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Malam di Pelabuhan Ternate dipenuhi suasana duka yang mendalam. Ribuan warga memadati dermaga untuk melepas jenazah Prada Haris Umaternate, prajurit muda yang gugur di medan tugas, menuju kampung halamannya di Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Peti jenazah yang terbalut bendera Merah Putih diusung perlahan menuju kapal. Isak tangis sanak keluarga dan kerabat pecah mengiringi langkah kaki prajurit TNI yang mendampingi. Mereka memeluk peti erat-erat, seolah enggan melepas kepergian sang pahlawan muda.

Sebelumnya, jenazah Prada Haris diterbangkan dari Jayapura menuju Ternate pada Jumat (26/9/2025) siang. Setibanya di Bandara Sultan Babullah, peti jenazah langsung disambut upacara militer sederhana sebelum dibawa ke Pelabuhan Ternate untuk diberangkatkan ke Sanana.

Ayah almarhum telah berpulang beberapa bulan lalu, sementara sang ibu menanti di rumah duka Sanana. Malam pelepasan itu pun hanya diwarnai tangisan keluarga besar, kerabat, dan rekan-rekan prajurit yang setia mendampingi. Suasana kian pilu ketika kapal yang membawa jenazah perlahan meninggalkan pelabuhan, diiringi doa dan lambaian tangan ribuan warga yang hadir.

Prada Haris Umaternate gugur dalam tugas negara setelah terjadi kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Kamis (25/9/2025) siang. Insiden itu berlangsung sekitar pukul 12.00 WIT, ketika pos pantau Satgas Pamtas Yonif 753/AVT diserang kelompok bersenjata yang diduga bagian dari TPNPB–OPM.

Dalam baku tembak itu, tiga prajurit TNI tertembak. Dua di antaranya kini dirawat intensif di RST Marthen Indey, Jayapura. Namun Prada Haris, yang mengalami luka tembak paling parah, akhirnya gugur meski sempat mendapat penanganan medis. Evakuasi jenazah dilakukan dengan helikopter TNI AD mengingat sulitnya akses darat menuju Kiwirok.

Almarhum adalah personel Satgas Pamtas RI–PNG dari Yonif Raider Khusus 753/Arga Vira Tama (AVT), batalyon tempur bermarkas di Nabire, Papua Tengah. Yonif 753/AVT dikenal dengan julukan “Ksatria Walet Hitam”, satuan elit yang berada di bawah Korem 173/Praja Vira Braja, Kodam XVII/Cenderawasih. Moto kesatuan Arga Vira Tama — Gunung, Berani, Utama — menjadi cermin pengabdian para prajuritnya.

Rekan-rekan sesama prajurit mengenang Haris sebagai sosok yang disiplin, rendah hati, dan penuh dedikasi. Ia dikenal pantang mengeluh, selalu bersemangat, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap satuannya. Tugasnya di perbatasan RI–PNG bukan hanya kewajiban, tetapi juga pengorbanan pribadi demi menjaga kedaulatan bangsa.

Kini, jenazah Prada Haris dibawa pulang ke Sanana untuk disemayamkan di rumah duka, tempat sang ibu menanti dengan hati yang hancur. Esok, ia akan dimakamkan dengan prosesi militer sebagai penghormatan terakhir.

Malam di Pelabuhan Ternate menjadi saksi: tangisan keluarga, doa ribuan warga, dan kapal yang berlayar membawa pulang sang prajurit ke tanah leluhurnya. Indonesia kembali berduka, dan Maluku Utara kehilangan salah satu putra terbaiknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!