Memasuki menit ke-48, Ramai Melvin Rumakiek membuka ancaman pertama. Pergerakan lincahnya di sisi kiri mampu menembus pertahanan, namun peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol. Enam menit berselang, tepatnya menit ke-54, Williams Jose Lugo Ladera melepaskan tendangan kaki kanan dari titik tengah kotak penalti, tetapi bola masih melebar di sisi kiri gawang Tornado.
Serangan demi serangan terus digempur “Mutiara Hitam”. Pada menit ke-59, kombinasi umpan pendek antara Gunansar Papua Mandowen dan Victor Nabay Mansaray menciptakan ruang tembak. Gunansar yang mendapat kesempatan justru mengirim bola melambung tinggi di atas mistar.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Persipura justru kembali kebobolan. Menit ke-62 menjadi momen krusial ketika Muhammad Ragil sukses menanduk bola hasil tendangan bebas ke dalam gawang Persipura. Sundulan kerasnya tak mampu dijangkau kiper Adzib Al Hakim Arsyad. Gol tersebut memperlebar keunggulan Tornado FC menjadi 2-0.
Tersengat gol kedua, Persipura meningkatkan intensitas permainan. Namun peluang demi peluang belum membuahkan hasil. Menit ke-64, Bima Ragil Satria Rakasiwi diganjar kartu kuning akibat pelanggaran keras di lini tengah. Di menit ke-65, tembakan Gunansar kembali diblok barisan pertahanan Tornado yang tampil disiplin.
Victor Mansaray beberapa kali mencoba peruntungan. Pada menit ke-69 dan 75, dua peluangnya masih jauh dari sasaran dan terlalu lemah untuk menaklukkan penjaga gawang Tornado. Di sisi lain, Tornado juga tak tinggal diam. Menit ke-77, Ragil kembali mengancam lewat sundulan, meski bola masih melambung.
Pergantian pemain dilakukan Persipura pada menit ke-70 dengan memasukkan Yohanes Ferinando Pahabol dan Boaz Theofilus Erwin Solossa guna menambah daya gedor. Jeam Kelly Sroyer dan Markus Otto Albert Madjar juga masuk pada menit ke-76 untuk memperkuat lini serang.
Tornado hampir menambah gol pada menit ke-80 melalui tendangan Bayu Mohamad Fiqri, tetapi bola masih melambung tinggi. Menit ke-87, Muhammad Andy Harjito yang masuk sebagai pemain pengganti melakukan aksi solo run berbahaya, namun masih mampu ditepis kiper Persipura.
Memasuki lima menit akhir, Persipura menggempur habis-habisan. Tendangan keras Markus Madjar pada menit ke-89 berhasil ditepis kiper Tornado. Tambahan waktu empat menit menjadi harapan terakhir bagi tim asal Jayapura.
Akhirnya pada menit 90+1 (tercatat 92’), Williams Jose Lugo Ladera memperkecil ketertinggalan melalui sepakan kaki kiri dari dalam sisi kiri kotak penalti. Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 2-1 dan membakar semangat Persipura di sisa waktu.
Dramatis terjadi pada menit 90+3. Kiper Tornado keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola, namun si kulit bundar berhasil direbut Jeam Kelly Sroyer yang kemudian mengirim umpan kepada Boaz Solossa. Dalam kemelut di depan gawang, tandukan Boaz nyaris menyamakan skor, tetapi pertahanan Tornado masih mampu menghalau.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Kendal Tornado FC tetap bertahan. Persipura tampil dominan di babak kedua dengan rentetan peluang, namun efektivitas Tornado dalam memanfaatkan kesempatan menjadi pembeda.
Kemenangan ini menegaskan ketangguhan Tornado FC dalam bertahan di bawah tekanan, sementara Persipura harus menelan kekalahan meski menunjukkan semangat juang tinggi hingga detik terakhir. (*)










Tinggalkan Balasan