Fakta! 7.511 Anak di Merauke Tidak Sekolah. Pemda Diminta Seriusi Pendidikan

Foto: Istimewa

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Kabupaten Merauke tercatat memiliki sebanyak 7.511 anak tidak sekolah (ATS) berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Papua Selatan.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan persoalan anak tidak sekolah harus segera ditangani secara serius karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi muda.

“Kalau anak-anaknya baik, mengenyam pendidikan yang baik dengan sistem pendidikan yang baik, maka orang bisa memprediksi bahwa komunitas dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang baik di masa depan,” ujar Apolo saat membuka Workshop Pendataan, Identifikasi, Penanganan dan Pemetaan Anak Tidak Sekolah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan di Halogen Hotel, Rabu (6/5/2026).

Menurut Apolo, pemerintah daerah saat ini sedang melakukan validasi dan kroscek data anak tidak sekolah untuk memastikan tingkat akurasi sebelum dilakukan langkah penanganan lebih lanjut.
Ia menegaskan pendidikan menjadi faktor penting dalam menentukan kemajuan suatu daerah, terlebih di tengah perkembangan dunia yang semakin cepat.

“Kalau kita tidak melakukan langkah-langkah kecil saat ini, maka kita akan tertinggal dengan daerah-daerah lain maupun negara-negara lain,” katanya.

Secara keseluruhan, jumlah anak tidak sekolah di Papua Selatan tercatat mencapai 38.732 orang yang tersebar di empat kabupaten, masing-masing Kabupaten Asmat sebanyak 14.623 orang, Kabupaten Mappi sebanyak 12.445 orang, Kabupaten Merauke sebanyak 7.511 orang, dan Kabupaten Boven Digoel sebanyak 4.153 orang.

Workshop yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan itu melibatkan kepala dinas pendidikan, kepala sekolah dari empat kabupaten, serta instansi terkait lainnya guna menyusun langkah pendataan dan penanganan anak tidak sekolah di Papua Selatan.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!