Bupati Spei Resmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip, Luncurkan Kurikulum Berbasis Budaya AP IWOL OKMEMIN
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang resmi memulai babak baru pembangunan sektor pendidikan dengan meresmikan Sekolah Terintegrasi Kukuperip sekaligus meluncurkan Kurikulum Berbasis Budaya AP IWOL OKMEMIN, Senin (13/7/2026), di Oksibil.
Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Pegunungan Bintang Spei Yan Bidana, didampingi Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP., serta dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.
Sekolah Terintegrasi Kukuperip dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA, lengkap dengan asrama, rumah ibadah, lapangan sepak bola, lapangan basket, serta fasilitas pendukung lainnya.
Bupati Spei Yan Bidana mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Pegunungan Bintang, meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Melalui sekolah terintegrasi ini kami ingin memastikan anak-anak Pegunungan Bintang memperoleh akses pendidikan yang berkualitas tanpa harus meninggalkan daerahnya,” ujar Spei.
Siap Beroperasi Tahun Ajaran Baru
Kepala Dinas Pendidikan, Kearsipan, dan Perpustakaan Daerah Pegunungan Bintang, Hengki Birdana, S.Sos., M.Si., menjelaskan pembangunan kawasan pendidikan tersebut dilakukan secara bertahap.
Pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp15,915 miliar untuk melanjutkan pembangunan hingga ditargetkan rampung pada 2028.
Saat ini, tiga unit bangunan telah selesai dan siap digunakan pada tahun ajaran 2026/2027 dengan dukungan 25 tenaga pendidik yang telah dipersiapkan.
“Kami juga memastikan seluruh fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik, dan asrama dapat berfungsi optimal sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan baik,” katanya.
Luncurkan Kurikulum Berbasis Budaya
Bersamaan dengan peresmian sekolah, Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang juga meluncurkan Kurikulum AP IWOL OKMEMIN, sebuah kurikulum berbasis budaya lokal yang disusun berdasarkan hasil pemetaan wilayah adat.
Menurut Bupati Spei, kurikulum tersebut bertujuan menjaga identitas budaya masyarakat Pegunungan Bintang sekaligus memperkuat karakter peserta didik.
“Kurikulum ini menjadi simbol bahwa budaya lokal harus tetap hidup berdampingan dengan pendidikan modern. Anak-anak harus mengenal jati dirinya, menghargai adat istiadat, sekaligus memiliki daya saing secara nasional maupun global,” ujarnya.
Ia menambahkan, kurikulum tersebut akan melalui proses evaluasi akademik pada 2028 dengan melibatkan para profesor dan doktor agar dapat memperoleh pengakuan ilmiah dan berpeluang diterapkan di daerah lain.
Selain menanamkan nilai-nilai budaya dan adat, kurikulum tersebut juga menekankan penguasaan tiga bahasa, yakni bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris sejak jenjang pendidikan usia dini hingga sekolah menengah.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Selain meningkatkan kualitas pendidikan, keberadaan Sekolah Terintegrasi Kukuperip juga diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Oksibil.
Hengki Birdana menjelaskan, pembangunan asrama berkapasitas sekitar 1.000 siswa akan menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
“Jika operasional asrama berjalan, anggaran yang selama ini keluar daerah untuk kebutuhan pendidikan akan berputar di Pegunungan Bintang. Dampaknya akan dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitar,” jelasnya.

Target Bangun Universitas dan Stadion Internasional
Dalam kesempatan itu, Bupati Spei juga mengungkapkan visi jangka panjang pembangunan daerah melalui pendirian universitas dan stadion sepak bola berstandar internasional yang ditargetkan terealisasi pada 2028.
Universitas tersebut direncanakan membuka lima program studi tahap awal, antara lain Biologi, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Inggris, serta sejumlah program lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.
Di bidang olahraga, pemerintah daerah juga menargetkan pembangunan stadion internasional sebagai pusat pembinaan atlet muda, khususnya sepak bola.
“Saya berharap suatu saat nanti ada anak Pegunungan Bintang yang bermain di kompetisi sepak bola Eropa dan mengharumkan nama Papua serta Indonesia,” kata Spei.
Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang juga berencana membangun sekolah terintegrasi serupa di wilayah timur dan utara, serta mengembangkan sistem digital pendidikan dan mengakses berbagai program nasional untuk mempercepat pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah.
Peresmian Sekolah Terintegrasi Kukuperip turut ditandai dengan pemberkatan gedung oleh Pastor Paroki Yulius Dainang Waja, Pr, dilanjutkan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Arnold Nam sebagai simbol dimulainya operasional kawasan pendidikan tersebut.
Penulis: Aquino Ningdana
Editor: Jamal Y.Bwariat
- Arnold Nam
- berita Oksibil
- budaya OKMEMIN
- Bupati Spei Yan Bidana
- ekonomi Oksibil
- Fokus Pegunungan Bintang
- Hengki Birdana
- Kurikulum AP IWOL OKMEMIN
- Oksibil
- Papua Pegunungan
- Pegunungan Bintang
- pembangunan pendidikan Papua
- pendidikan berbasis budaya
- Pendidikan Papua
- pendidikan Pegunungan Bintang
- SDM Papua
- sekolah berasrama
- Sekolah Terintegrasi Kukuperip
- sekolah terpadu Papua
- Stadion Internasional Pegunungan Bintang
- Universitas Pegunungan Bintang










Tinggalkan Balasan