Berada di Tengah Pedalaman Papua, SD Inpres Tupoplom Buktikan Semangaat Ikuti ANBK
BATASPAPUA.COM, PEGUBIN – Di tengah keterbatasan akses dan kondisi pedalaman yang terisolasi, SD Inpres Tupoplom, Distrik Epumek, Kabupaten Pegunungan Bintang, resmi melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun 2025. Meski jauh dari pusat kota, semangat siswa dan guru tidak pernah padam untuk mengikuti program nasional ini.
Pelaksanaan ANBK didasarkan pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, khususnya Pasal 57 dan 59, serta Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional. Program ini merupakan bagian dari evaluasi sistem pendidikan untuk memetakan mutu sekaligus mendorong perbaikan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Koordinator Tim Teknis ANBK Kabupaten Pegunungan Bintang, La Ode Husain, SP., M.Pd, menjelaskan bahwa Asesmen Nasional bertujuan memberikan potret komprehensif mutu pendidikan.
“ANBK tidak untuk pemeringkatan, melainkan sebagai peta kualitas pendidikan. Hasilnya dituangkan dalam Rapor Pendidikan yang menjadi dasar perbaikan pembelajaran di sekolah dan daerah. Kami sangat mengapresiasi kepala sekolah dan guru SD Inpres Tupoplom yang antusias mendukung pelaksanaan ANBK di tengah keterbatasan,” ujarnya, Senin (22/9/2025).
Tahun ini, Kabupaten Pegunungan Bintang tercatat ada 11 sekolah dasar yang mengikuti ANBK, dengan 10 sekolah menggunakan moda full online dan 1 sekolah dengan moda semi online.
Kepala Sekolah SD Inpres Tupoplom, Keby Nabyal, S.Pd, menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan pemerintah daerah.
“Walaupun kami di pedalaman, semangat siswa luar biasa. Anak-anak merasa bangga bisa mengerjakan soal asesmen dengan komputer, sesuatu yang selama ini hanya mereka bayangkan. Terima kasih kepada Bupati Pegunungan Bintang melalui Dinas Pendidikan atas bantuan perangkat ANBK, sehingga anak-anak kami bisa merasakan pengalaman berharga ini,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Distrik Epumek, Dasman Nabyal, S.Pd.
“Anak-anak kami yang dulu hanya bisa berkhayal menggunakan komputer, kini bisa benar-benar mengerjakan soal berskala nasional. Bantuan 15 unit komputer, 1 server, dan perangkat pendukung lain sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya soal asesmen, tapi juga membuka jalan mimpi anak-anak pedalaman,” katanya penuh haru.
Dengan adanya ANBK, para guru di SD Inpres Tupoplom diharapkan semakin kreatif dalam mengajar, sementara siswa lebih bersemangat belajar. Capaian ini menunjukkan bahwa keterbatasan akses tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan pendidikan berkualitas di pelosok negeri. (AL/ADM)










Tinggalkan Balasan