Bantah Tembak ASN di Yahukimo, OPM Tuding Yemis Yohame Dibunuh TNI-Polri

Tangkapan layar dalam video pernyataan OPM yang diterima, Sabtu (25/4/2026).

BATASPAPAPUA.COM, YAHUKIMO – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap XVI Yahukimo membantah keterlibatan pihaknya dalam insiden penembakan yang menewaskan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Komandan Operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Kopi Tua Heluka, secara tegas menyatakan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam aksi tersebut dan menyebut tudingan terhadap TPNPB sebagai informasi yang tidak benar.

“Kami sudah cek ke seluruh pasukan di lapangan, dan dipastikan tidak ada keterlibatan TPN dalam penembakan itu. Informasi yang menyebut kami pelaku adalah hoaks yang dibangun,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima, Sabtu (25/4/2026).

Lebih lanjut, Kopi Tua Heluka justru melontarkan tudingan keras terhadap aparat keamanan. Ia menyebut penembakan terhadap korban dilakukan oleh TNI-Polri.

“Yang melakukan penembakan terhadap saudara Yemis Yohame itu jelas-jelas TNI-Polri, bukan kami TPN. Ini bukan pertama kali, pola seperti ini sudah terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga menantang pihak yang menuding TPNPB untuk menunjukkan bukti atas klaim tersebut.

“Kalau ada yang bilang itu TPN, mana buktinya? Jangan asal tuduh. Kami punya komando jelas dan setiap operasi terpantau. Ini bukan kerja kami,” katanya.

Selain membantah, Kopi Tua Heluka juga menyampaikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang disebutnya sebagai informan atau jaringan sipil yang membantu aparat.

“Saya tegaskan kepada Banpol dan mata-mata, khususnya di Yahukimo, berhenti dari sekarang. Lebih baik kerja yang benar. Kalau saya temukan di lapangan, saya akan eksekusi,” ujarnya.

Namun demikian, tudingan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan bertolak belakang dengan dugaan aparat keamanan yang tengah melakukan penyelidikan.

Sementara itu, aparat keamanan menduga pelaku penembakan merupakan bagian dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau jaringan OPM yang beroperasi di wilayah Yahukimo.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polri untuk memburu pelaku.

“Koops TNI Habema akan berkoordinasi dengan Polri dan melakukan pengejaran terhadap kelompok yang terlibat dalam penembakan ini,” ujarnya.

Insiden penembakan terjadi pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 20.20 WIT di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai. Korban, Yemis Yohame, yang merupakan ASN aktif dan menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo, ditembak saat berada di depan rumahnya untuk mengakses jaringan Wi-Fi.

Pelaku secara tiba-tiba melepaskan tembakan yang mengenai dada sebelah kanan korban. Yemis sempat dilarikan ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 22.00 WIT akibat luka tembak serius.

Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, memastikan status korban sebagai ASN aktif dan membantah kabar yang menyebut korban merupakan Sekretaris Pribadi Wakil Bupati.

“Korban adalah ASN aktif sebagai Kasubag di Dinas Perumahan. Bukan Sekpri, meskipun secara kekeluargaan memang dekat dengan pimpinan daerah,” kata Didimus, Kamis (23/4/2026).

Ia juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak berkaitan dengan kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua pada 20–22 April 2026.

“Tidak ada kaitan dengan kunjungan Wakil Presiden. Kami minta masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi,” ujarnya.

Hingga kini, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penembakan. Situasi keamanan di wilayah Yahukimo dilaporkan dalam kondisi siaga pasca kejadian tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!