Banjir dan Longsor Terjang Distrik Oksamol, 9 Desa Terdampak Parah
BATASPAPUA.COM, PEGUNUNGAN BINTANG – Hujan deras yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Pegunungan Bintang pada Minggu (7–8/9/2025) memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Sedikitnya 9 dari 12 desa di Distrik Oksamol terdampak parah, dengan kerugian material besar serta ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Kepala Distrik Oksamol, Demianus Bawi, mengatakan intensitas curah hujan tinggi yang berlangsung sepanjang Agustus hingga awal September membuat debit air sungai meningkat drastis dan meluap. Kondisi tersebut memicu banjir bandang dan longsor yang merusak permukiman, kebun, serta infrastruktur warga.
“Pemerintah Distrik mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, karena cuaca masih berpotensi hujan lebat dalam beberapa hari ke depan. Warga yang bermukim di bantaran sungai maupun lereng bukit kami minta segera mengungsi ke tempat aman demi keselamatan,” tegas Demianus.
Lanjutnya, adapun Sembilan desa yang mengalami kerusakan paling parah adalah Okdunam, Okma, Okdiam, Bomding, Paune, Oktae, Tinibil, Okhaka, dan Okhaka.
Kerugian Sementara Desa Okdunam
Berdasarkan laporan pemerintah Desa Okdunam, kerugian material yang dialami warga mencakup:
12 jembatan putus/terhanyut
10 kebun keladi rusak
10 kebun petatas (ubi) rusak
10 kandang babi rusak/tertimbun longsor
8 kolam ikan rusak
24 kebun sayur rusak
6 ekor ayam hilang
10 rumah warga rusak/terhanyut longsor
6 kebun kopi rusak
2 kebun jagung rusak
10 kebun buah merah rusak
Kondisi Warga
Kepala Desa Okdunam, Yanperes Bawi, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun, kondisi masyarakat sangat memprihatinkan karena seluruh akses jalan terputus, baik menuju sekolah, pos distrik, gereja, maupun kebun dan ternak.
“Masyarakat saya kehilangan kebun, ternak, jembatan, bahkan rumah. Kami berharap pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana, segera turun tangan membantu korban. Warga kami benar-benar dalam kondisi darurat,” ujar Yanperes melalui sambungan telepon.
Saat ini pemerintah distrik bersama aparat keamanan telah meninjau lokasi terdampak dan melakukan pendataan awal. Namun, keterbatasan akses dan medan yang sulit membuat penanganan berjalan lambat. Bantuan logistik dan dukungan penanganan darurat sangat dibutuhkan masyarakat.
Hingga berita ini disampaikan, pendataan kerugian material maupun jumlah warga terdampak masih terus dilakukan. Pemerintah daerah diharapkan segera memberikan respon cepat untuk membantu pemulihan kehidupan masyarakat Distrik Oksamol. (AL/ADM)










Tinggalkan Balasan