Aparat Identifikasi Enam Pelaku KKB Penembakan Pilot AMA, Diperkirakan Beranggotakan 15 Orang

Keterangan pers terkait meninggalnya pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, akibat luka tembak pada insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengidentifikasi enam orang yang diduga terlibat dalam penembakan hingga pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) yang menewaskan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin, di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.

Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. IGG Era Adinata mengatakan identitas para pelaku diperoleh melalui serangkaian penyelidikan yang dilakukan sejak peristiwa terjadi. Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi, wawancara, penelusuran informasi masyarakat, serta analisis sejumlah unggahan di media sosial.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, aksi tersebut dilakukan oleh kelompok KKB Bakusib yang dipimpin M. Balingga,” kata Era dalam konferensi pers di Jayapura, Sabtu (4/7).

Menurutnya, M. Balingga merupakan pimpinan kelompok yang sebelumnya belum banyak teridentifikasi oleh aparat keamanan. Dalam sejumlah unggahan media sosial, M. Balingga mengaku sebagai anak buah Egianus Kogoya Kodap XVI Yahukimo. Namun, aparat masih mendalami hubungan organisasi keduanya.

Penyidik juga menemukan dokumentasi yang memperlihatkan M. Balingga berada di atas pesawat AMA yang telah dibakar. Hasil identifikasi memastikan sosok dalam foto tersebut adalah M. Balingga.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf mengatakan hingga saat ini enam orang telah berhasil diidentifikasi sebagai pelaku. Namun berdasarkan profil kelompok dan berbagai informasi yang dihimpun di lapangan, jumlah anggota kelompok diperkirakan mencapai sekitar 15 orang.

“Dari hasil penyelidikan sementara terdapat enam orang yang telah berhasil kami identifikasi. Namun berdasarkan foto dan profil kelompok yang kami peroleh, jumlah anggota kelompok diperkirakan sekitar 15 orang,” ujarnya.

Yusuf menegaskan tidak seluruh anggota kelompok tersebut membawa senjata api. Aparat masih mendalami jenis persenjataan yang digunakan dalam aksi penyerangan karena proyektil yang mengenai korban menembus tubuh sehingga tidak ditemukan di lokasi.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan proses penyidikan terus berlanjut melalui olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi tambahan, pelengkapan alat bukti, serta pengejaran terhadap seluruh pelaku yang terlibat dalam aksi penembakan dan pembakaran pesawat tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!