Aksi Massa di Wamena Chaos, Ibu Rumah Tangga Dipukul, Wakapolres dan Anggota DPR Terluka

BATASPAPUA.COM, WAMENA — Aksi unjuk rasa yang semula berlangsung damai di halaman Kantor DPR Papua Pegunungan, Kabupaten Jayawijaya, Senin (27/4/2026), berakhir ricuh.

Sejumlah korban luka berjatuhan, mulai dari warga sipil hingga aparat keamanan dan anggota legislatif.

Seorang ibu rumah tangga (IRT) yang melintas di sekitar lokasi menjadi korban pengeroyokan massa. Korban dipukul hingga bersimbah darah sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian.

Selain itu, Wakapolres Jayawijaya dan seorang anggota DPR Papua Pegunungan juga mengalami luka di bagian kepala akibat lemparan benda keras saat situasi memanas.

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait kondisi terkini mereka.

Aksi yang melibatkan Forum Pribumi, KNPI, OKP, Cipayung Plus, serta BEM se-Papua Pegunungan awalnya berjalan tertib.

Ribuan massa berkumpul di halaman kantor DPR dan duduk tenang menunggu penyampaian aspirasi. Kehadiran mereka bahkan disambut langsung pimpinan DPR Papua Pegunungan, termasuk Ketua DPR Yos Elopere dan Ketua II Terius Yigibalom, di pintu utama gedung.

Namun situasi berubah drastis saat koordinator aksi hendak memulai doa. Seorang pria yang diduga bukan bagian dari massa dan disebut mengenakan pakaian preman tiba-tiba menendang salah satu peserta aksi di tengah kerumunan.

Insiden itu memicu kemarahan massa. Upaya mengejar pelaku berubah menjadi bentrokan terbuka hingga aksi saling lempar tak terhindarkan, dengan sasaran mengarah ke depan kantor DPR, termasuk ke arah anggota dewan yang berada di lokasi.

Aparat keamanan yang berupaya mengendalikan situasi kemudian menembakkan gas air mata. Namun langkah tersebut justru memperkeruh keadaan.

Massa dan aparat terlibat aksi saling lempar, sementara sebagian peserta aksi berhamburan menyelamatkan diri.

Sejumlah massa terlihat melompati pagar kantor DPR, sementara lainnya menyebar ke ruas jalan dan titik-titik lain di pusat Kota Wamena.

Situasi kota pun jadi lumpuh dan berujung pada aktivitas perkantoran pemerintah, swasta, hingga pertokoan terhenti, dengan banyak yang memilih tutup lebih awal.

Kericuhan juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah kendaraan dinas milik anggota DPR yang terparkir di lokasi. Kaca kendaraan pecah akibat lemparan benda keras.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait pemicu pasti kericuhan maupun identitas pelaku yang memulai insiden. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!