Akademisi Sebut 6 Sosok Calon Gubernur Papua, Siapa Saja?
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Pemilu serentak 2024 untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, serta para Anggota Legislatif, telah selesai dilakukan..
Hal itu diketahui setelah KPU RI mengumumkan hasil rekapitulasi perhitungan suara Pemilu 2024 pada Rabu (20/3/2024) malam.
Pemilu serentak akan kembali digelar di seluruh Indonesia pada November 2024, dalam agenda pemilihan kepala daerah.
Ini menjadi Pilkada pertama yang akan digelar di tanah Papua, seusai dimekarkan menjadi empat provinsi sebagai daerah otonomi baru (DOB).
Hal itu juga menjadi pertanyaan publik tentang siapa saja tokoh yang akan menjadi calon kepala daerah di Tanah Papua, khususnya pada tingkat provinsi, yang diketahi bakal ada gubernur baru.
Lantas siapakah sosok yang pantas menduduki jabatan sebagai kepala daerah tersebut?
Sekretaris Eksekutif Koalisi Kampus Untuk Demokrasi, Elvira Rumkabu SIP, M.St memandang, Pilkada kali ini adalah momentum masyarakat untuk menentukan sosok yang pantas dan akan mereka percayai untuk mejadi gubernur dan wakil gubernur peripde 2024-2029.
Kriteria pertama yang diajukannya adalah sosok yang peka terhadap kondisi masyarakat dari segala aspek, mulai dari sisi ekonomi hingga sosial.
“Kalau saya itu belajar dari sebelum-sebelumnya siapa pun nanti yang terpilih atau dipilih rakyat itu, yang pertama harus punya pemahaman terhadap konteks-konteks dan dinamika konflik di Papua,” ujarnya di Jayapura, Rabu (20/3/2024).
“Menurut saya itu penting sekali karena selain dia memahami ada konflik, ada konteks dan dinamika konflik yang terus terjadi bukan hanya konflik bersenjata tapi juga masalah-masalah pembangunan, marjinalisasi terhadap kelompok-kelompok terutama orang asli Papua. Misal harus orang yang punya pemahaman, pengertian bahwa ini ada masalah prioritas seperti ini di Papua, itu yang pertama,” sambung Elvira.
Kemudian, kata dosen Universitas Cenderawasih ini menjelaskan agar kepala daerah yang terpilih nanti adalah sosok yang visioner dan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang sudah ada dan yang akan terjadi di masa depan.
“Dan yang kedua tidak hanya mengetahui, tapi juga harus ada keberpihakan menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” katanya.
Menurut dirinya, yang terpenting adalah siapa pun yang nanti akan memimpin Papua selama lima tahun ke depan dapat memberikan kebijakan afirmatif yang membangun bagi orang asli Papua atas naungan Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).
“Jadi, kalau saya itu tidak muluk-muluk mau orangnya siapa, tapi dia harus paham bahwa ada konflik di Papua dan punya solusi untuk menyelesaikan, tapi juga ada keberpihakan terhadap persoalan-persoalan yang terjadi,” tutur Elvira.
Ia pun mencoba menilai beberapa sosok yang dianggap memiliki peluang untuk maju dalam Pilkada Papua 2024, berikut sosoknya:
1. Benhur Tomy Mano

Mantan Wali Kota Jayapura dua periode ini sudah beberapa kali mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya siap maju dalam Pilkada Papua 2024.
Selain itu, BTM, sebutan kader PDI-Perjuangan ini juga sudah dipastikan masuk sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029.
Elvira memandang sosok BTM menjadi salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak jelas karena sudah memimpin Kota Jayapura selama 10 tahun.
“Jadi, menurut saya itu sangat positif dari beliau. Jadi kita tidak cari orang yang baru, kita cari orang yang sudah pernah kita rasakan bahwa dia sudah bekerja melayani masyarakat. Nah, jadi kekuatan bagi dia, cuma modal politiknya ada atau tidak, itu permasalahnya,” katanya.
2. Mathius Awoitauw

Mantan Bupati Jayapura periode 2012-2017 dan 2017-2022 ini merupakan Ketua DPW Partasi Nasdem Papua dan memiliki peluang cukup besar untuk mengikuti Pilkada 2024. Namun pada pencalonannya sebagi Anggota DPR RI periode 2024-2029, dirinya dipastikan gagal.
Tetapi dari rekam jejak yang dicatat Elvira, sosok Awoitauw memiliki kelebihan tersendiri karena dianggap menjadi satu-satunya sosok yang fokus memperjuangkan hak masyarakat adat.
“Pak Awoitauw itu kekuatannya adalah dia tokoh yang Koalisi Kampus kebetulan melakukan penelitian di Kabupaten Jayapura terkait situasi masyarakat adat, dan kita sangat tahu bagaimana pak Awoitauw itu salah satu tokoh di antara sedikit tokoh di Papua yang berani untuk memperjuangkan masyarakat adat dengan Undang-Undang yang kemudian dikeluarkan untuk masyarakat adat,” jelasnya.
3. Constant Karma

Nama Constant Karma mungkin akan menjadi salah satu tokoh tertua yang masuk dalam kandidat Calon Gubernur atau Calon Wakil Gubernur Papua, karena saat ini ia sudah berusia 69 tahun. Dirinya juga dikenal sebagai seorang birokrat di lingkungan Pemprov Papua karena beberapa jabatan yang pernah dimban, salah satunya adalah Sekda.
Di kancah politik, saat ini Constant Karma merupakan Pembina DPP Partai Golkar Papua.
Koalisi Kampus untuk Demokrasi pun mengakui kurang memilki rekam jejak seorang Constant Karma meski yang bersangkutan pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua.
Yang menjadi catatan baginya ialah sosok Constant Karma saat ini kurang dikenal oleh generasi muda, khususnya mereka yang berusia 30 tahun ke bawah.
“Kalau saya kenal dia justru karena selalu bicara soal advokasi HIV/AIDS, tapi jujur kalau ketokohan politik tidak terlalu tahu seberapa besar modal politik yang beliau punya. Beliau kan kebanyakan melakukan kerja-kerja dalam advokasi yang terkait dengan isu HIV/AIDS seperti itu. Tapi, lebih dari itu menurut saya profil politiknya masih kurang kemudian untuk cukup menonjol dan bisa bersaing dengan tokoh tadi,” jelas Elvira.
4. Mathius D. Fakhiri

Saat ini Mathius D. Fakhiri merupakan polisi aktif berpangkat Inspektur Jenderal dan telah menjadi Kapolda Papua sejak 2021 hingga kini.
Masa pensiunnya baru akan tejadi pada 2026, namun saat ini sudah muncul isu bahwa Jenderal bintang dua tersebut akan diusung oleh beberapa partai politik untuk maju dalam Pilkada Papua 2024.
Elvira pun mengaku bahwa sosok Fakhiri belum terpantau karena dari sisi politik ia merupakan seorang polisi aktif yang diharuskan dalam posisi netral sehingga Koalisi Kampus Untuk Demokrasi pun belum memiliki catatan terkait sosoknya.
5. Yunus Wonda

Merupakan politisi Partai Demokrat, Yunus Wonda sudah pernah duduk di beberapa kursi strategis, mulai Wakil Ketua DPR Papua hingga Ketua DPR Papua.
Koalisi Kampus Untuk Demokrasi pun mencatat sepak terjang Yunus Wonda di dunia Politik sudah cukup panjang sehingga ia memiliki konstituen yang tetap.
Sosoknya Yunus pun dianggap memiliki peluang untuk masuk dalam bursa calon kepala daerah di Tanah Papua.
“Menurut saya Yunus Wonda modal sosial kuat, modal politik kuat, terus basis pemilihnya sangat kuat. Kan dia juga menguasai basis-basis pemilih di wilayah-wilayah. Profil politiknya sudah terbangun secara clean, jadi menurut saya dia juga kuat,” katanya.
6. Yan Permenas Mandenas

Mantan politikus Partai Hanura yang saat ini merupakan kader Partai Gerindra. Ia tergolong masih muda serta memiliki pengalaman di dunia politik cukup panjang.
Sebagai Anggota DPR RI periode 2019-2024, Mandenas juga telah memastikan kursinya di periode 2024-2029.
sosok Yan Mandenas dipandang Koalisi Kampus Untuk Demokrasi adalah sebagai salah satu kandidat kuat untuk masuk bursa calon kepala daerah Papua.
“Kalau Yan Mandenas kan ketokohannya sudah bagus sekali, kuat, modal politik kuat, modal sosial kuat, tergolong sangat muda juga,” pungkas Elvira.
(redaksi/BP)










Tinggalkan Balasan