Adu Napas di PSU Papua 2025: MARI-YO Sedikit di Depan, BTM–CK Mengintai
BATASPAPUA.COM, JAYAPUTRA – Pertarungan memperebutkan kursi Gubernur Papua dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) 2025 memasuki babak paling mendebarkan. Hitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan pasangan Mathius D. Fakhiri – Aryoko Rumaropen (MARI-YO) memimpin tipis, namun lawannya, Benhur Tomi Mano – Constant Karma (BTM–CK), masih menempel ketat dengan peluang membalik keadaan kapan saja.
Hingga pembaruan terakhir, 1.653 dari 2.023 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau 81,70% telah diproses. MARI-YO meraih 209.905 suara (51,1%), hanya unggul 9.409 suara dari BTM–CK yang mengantongi 200.496 suara (48,9%). Selisih tipis 2,2% ini membuat tensi politik di Papua kian memanas.
Di balik angka itu, fakta yang lebih menegangkan tersimpan: dari total 727.835 suara pemilih di Papua, baru 410.401 suara (56,40%) yang resmi masuk rekapitulasi. Masih ada 18,3% TPS dan 43,6% suara yang belum terdata — sebuah celah besar yang dapat mengubah peta kemenangan dalam sekejap.
KPU mengingatkan publik agar tetap tenang. “Data ini bersifat sementara dan bisa berubah seiring laporan dari TPS tersisa,” ujar seorang staf anggota KPU yang enggan disebutkan namanya.
Meski begitu, denyut ketegangan sudah terasa di berbagai posko pemenangan, di mana setiap suara kini berarti segalanya.
Pertarungan ini belum selesai. Setiap lembar suara yang masuk bisa menjadi penentu nasib Papua lima tahun ke depan. Dan di tengah hitungan yang terus bergerak, satu hal pasti: babak akhir PSU Papua 2025 akan menjadi adu napas hingga detik pengumuman resmi. (*)










Tinggalkan Balasan