VIRAL! Pemuda Papua Bawa Miras dan Sempat Emosi Saat Diperiksa, Bikin Gestur Seperti Gangster
BATASPAPUA.COM, JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pengendara sepeda motor saat dihentikan polisi viral di media sosial.
Dalam video tersebut, anggota kepolisian, Briptu Ananda Rafi terlihat menghentikan seorang pemuda Papua, pengendara yang sebelumnya melaju dengan kecepatan tinggi dan hampir membahayakan petugas di jalan raya.
“Berhenti dulu. Berhenti, berhenti. Mau ke mana?” tegur Briptu Ananda Rafi.
Pengendara kemudian mempertanyakan alasan dirinya dihentikan.
“Kenapa? Tapi kenapa?” tanyanya.
Petugas pun menjelaskan alasan pemeriksaan.
“Kenapa ngebut-ngebut? Jangan marah-marah dulu. Apa yang buat kakak ngebut-ngebut tadi? Sampai geber saya lewat,” ujar petugas.
Suasana kemudian sempat memanas. Pengendara terlihat emosional dan mempertanyakan pemeriksaan terhadap barang bawaannya.
“What’s your warrant untuk kasih saya? That’s my privacy,” kata pengendara.
Briptu Ananda Rafi tetap berusaha tenang dan menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang.
“Kalau nggak ada apa-apa, nggak usah takut. Cuma pastikan ada narkoba atau tidak. Kita nggak mau menuduh,” jelasnya.
Petugas kemudian meminta pengendara membuka barang bawaannya.
“Kakak silahkan buka kalau memang nggak ada apa-apa. Kalau kakak curiga, saya bawa ke kantor ini,” ujar petugas.
Saat pengendara semakin panik, polisi kembali menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan.
“Pas makin panik, saya makin curiga,” kata petugas.
Petugas juga mengingatkan bahwa dirinya hanya ingin memastikan isi barang bawaan pengendara.
“Saya cuma mau mastiin selain minuman ada apa. Ya buka, buka aja, buka. Tenang aja, nggak akan saya apa-apain,” ucapnya.
Dalam percakapan tersebut, petugas bahkan kembali menegaskan, “Kalau nggak ada apa-apa, nggak usah takut. Saya cuma mastiin ada narkoba atau tidak.”
Setelah situasi mulai terkendali, polisi kemudian memberikan sejumlah nasihat kepada pengendara. Salah satunya terkait keselamatan berkendara.
“Helm-nya dipakai. Jangan balap-balap lagi. Takutnya nanti nabrak orang lain. Saya aja kaget lho tadi,” ujar petugas.
Briptu Ananda Rafi juga mengingatkan pengendara agar tidak membiarkan emosi menguasai diri.
“Eh, kayak mana nanti orang menilai kamu? Apa harus saya marah-marah dulu, baru kita saling menghormati? Nggak kan?” katanya.
Setelah pemeriksaan dan teguran selesai, suasana akhirnya kembali kondusif.
“Hati-hati ya, kakak. Silahkan,” ujar petugas.
“Terima kasih,” jawab pengendara.
“Sehat-sehat ya, abang,” kata Briptu Ananda Rafi sebelum pengendara meninggalkan lokasi.
Usai kejadian, Briptu Ananda Rafi kemudian memberikan penjelasan mengenai video tersebut. Ia mengatakan bahwa menghadapi situasi seperti itu bukan perkara mudah, terutama ketika seorang petugas mendapat provokasi.
“Jujur nggak mudah mengatur emosional di saat kita diintervensi, diprovokasi kayak gitu,” ungkapnya.
Ia menilai kemampuan mengendalikan emosi merupakan bagian dari profesionalitas dan integritas seorang anggota kepolisian.
“Bentuk profesional kita, integritas kita, digitu-gituin lho,” ujarnya.
Menurutnya, petugas tidak boleh terpancing emosi karena tujuan utama di lapangan adalah menjaga keselamatan masyarakat.
“Kalau diturutin emosi, apa hasilnya? Berbalik poin,” katanya.
Ia menegaskan kekhawatiran utama petugas adalah keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
“Yang kita takutkan apa? Nanti dia akan nabrak orang lain,” jelasnya.
Briptu Ananda Rafi kemudian menegaskan bahwa video tersebut diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat.
“Yang penting aku mau nunjukin video ini full tentang edukasi. Jadi bagaimana membuka perspektif, sudut pandang masyarakat, supaya tertib,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar tindakan seorang individu tidak kemudian membuat masyarakat memberikan penilaian buruk terhadap suku atau daerah tertentu.
“Jangan sampai orang mengecap suku atau daerah yang dibawa oleh pemuda tadi,” katanya.
Di akhir video, Briptu Ananda Rafi memberikan pesan singkat setelah berhasil melewati situasi tersebut tanpa terpancing emosi.
“Good job, guys. Bisa nahan provokasi seperti tadi.”
Video tersebut kemudian menjadi sorotan warganet. Bukan hanya karena aksi pengendara yang sempat emosional, tetapi juga karena sikap petugas yang memilih tetap tenang, persuasif, dan mengutamakan keselamatan serta edukasi di tengah situasi yang berpotensi memanas. (*)










Tinggalkan Balasan