Universitas Okmin Papua Wisuda Perdana 245 Sarjana, Tonggak Sejarah Pembangunan SDM Pegunungan Bintang

Universitas Okmin Papua (UOP) mencatat sejarah baru dengan mewisuda 245 lulusan angkatan pertama pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 universitas tersebut, yang berlangsung di Kampus Universitas Okmin Papua, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Rabu (22/7/2026). Foto: Bataspapua.com/Demi

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Universitas Okmin Papua (UOP) mencatat sejarah baru dengan mewisuda 245 lulusan angkatan pertama pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 universitas tersebut, yang berlangsung di Kampus Universitas Okmin Papua, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Rabu (22/7/2026).

Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan tinggi di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini. Universitas Okmin Papua, yang didirikan pada 22 Juli 2021 atas prakarsa Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., kini berhasil melahirkan lulusan perdana dari lima program studi.

Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda tersebut dihadiri berbagai tokoh nasional, akademisi, pemerintah, serta masyarakat. Hadir di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah XIV Papua, Dr. Surel S. Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil., peneliti BRIN sekaligus mantan Rektor Universitas Okmin Papua, Prof. Ir. Yohanes Sardjono, akademisi Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana, Prof. Ir. Hana Arini Parhusip, M.Sc., tokoh intelektual Papua dan mantan Bupati Puncak dua periode Wilem Wandik, SE., M.Si., unsur Forkopimda, serta para orang tua dan keluarga wisudawan.

Dalam sambutannya, Bupati Pegunungan Bintang sekaligus pendiri Universitas Okmin Papua, Spei Yan Bidana, menegaskan bahwa pembangunan universitas merupakan amanah masyarakat yang diwujudkan sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan generasi Okmekmin.

“Universitas ini lahir karena mandat rakyat. Kampus ini dibangun bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk anak cucu kita. Ini adalah milik masyarakat Okmekmin,” ujar Spei.

Ia mengungkapkan visi jangka panjang agar Universitas Okmin Papua menjadi pusat kajian linguistik Melanesia dan Pasifik pada tahun 2048. Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi tersebut akan menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pegunungan Bintang.

“Dari jumlah penduduk Pegunungan Bintang yang mencapai lebih dari 100 ribu jiwa, saya menargetkan 60 hingga 80 persen masyarakat memiliki akses pendidikan yang lebih baik pada tahun 2050 melalui kehadiran Universitas Okmin Papua,” katanya.

Spei juga menilai wilayah Pegunungan Bintang yang memiliki bentang alam luas menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam, pusat penelitian, perpustakaan hidup, serta pusat inovasi yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal.

Menurutnya, wisuda perdana sebanyak 245 sarjana merupakan capaian bersejarah bagi masyarakat Ok, Mek, dan Min. Ia mengenang bahwa sebelum universitas tersebut berdiri, jumlah mahasiswa asal Pegunungan Bintang yang lulus dari perguruan tinggi di luar daerah setiap tahun relatif sangat sedikit.

“Hari ini sejarah mencatat 245 putra-putri terbaik Pegunungan Bintang berhasil diwisuda. Ini adalah bukti bahwa mimpi besar membangun SDM dari wilayah perbatasan dapat diwujudkan,” ujarnya.

Bupati Spei menambahkan, pembangunan pendidikan harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, konektivitas jalan yang menghubungkan Oksibil dengan Boven Digoel maupun Jayapura akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuka akses yang lebih luas bagi dunia pendidikan, investasi, serta pelayanan masyarakat.

Ia mencontohkan keberhasilan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mampu berkembang menjadi pusat pendidikan nasional meskipun memiliki keterbatasan sumber daya alam.

“Yogyakarta membangun banyak universitas sehingga mahasiswa dari berbagai daerah bahkan luar negeri datang untuk belajar. Perputaran ekonomi tumbuh karena pendidikan. Pegunungan Bintang juga harus bergerak ke arah yang sama, menjadikan pendidikan sebagai motor pembangunan daerah,” tuturnya.

Wisuda perdana Universitas Okmin Papua sekaligus menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang dalam memperluas akses pendidikan tinggi di wilayah pedalaman Papua. Kehadiran kampus tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat Pegunungan Bintang dan kawasan Papua Pegunungan.

Penulis: Demi
Editor: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!