Perkuat Pengembangan Kopi Muting Merauke, RKD Coffee Kolaborasi BBPPMT Yogyakarta
BATASPAPUA.COM, YOGYAKARTA – Kopi Muting, komoditas kopi yang dibudidayakan masyarakat Kampung Seed Agung, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, terus dipersiapkan menjadi salah satu kopi unggulan Indonesia.
Melalui kolaborasi antara Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta dan RKD Coffee Merauke, pengembangan Kopi Muting diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar hingga tingkat nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, dengan perwakilan RKD Coffee Merauke, Jasman Tristanto, di Yogyakarta. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pemberdayaan masyarakat transmigrasi melalui pengembangan komoditas kopi bernilai ekonomi tinggi.

Dalam diskusi tersebut, kedua pihak membahas berbagai strategi pengembangan Kopi Muting, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen, penguatan kelembagaan petani, hingga pengembangan pemasaran agar mampu bersaing di pasar nasional maupun pasar premium.
Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa, mengatakan kawasan transmigrasi memiliki potensi besar untuk menghasilkan komoditas unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“Kawasan transmigrasi memiliki sumber daya yang sangat potensial. Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, kami optimistis Kopi Muting dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi,” ujarnya, kemarin.
Sementara itu, Jasman Tristanto menegaskan RKD Coffee Merauke berkomitmen mendampingi para petani di Distrik Muting dalam meningkatkan kualitas produksi sehingga mampu menghadirkan kopi dengan cita rasa khas yang mencerminkan identitas Papua Selatan.
“Potensi Kopi Muting sangat besar. Kami ingin kopi ini menjadi kebanggaan masyarakat Merauke sekaligus dikenal lebih luas sebagai salah satu kopi unggulan Indonesia,” kata Jasman.

Sebagai bagian dari upaya promosi, Kopi Muting dijadwalkan tampil pada Festival Kopi yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada 22 Agustus 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Kopi Muting kepada pecinta kopi, pelaku industri, roaster, investor, hingga calon mitra bisnis dari berbagai daerah.
Melalui festival tersebut, diharapkan Kopi Muting mampu memperluas jaringan pemasaran, membuka peluang investasi dan kerja sama usaha, sekaligus mengangkat potensi kawasan eks transmigrasi di Distrik Muting sebagai salah satu sentra produksi kopi berkualitas di Indonesia.
Kolaborasi antara BBPPMT Yogyakarta dan RKD Coffee Merauke menjadi bagian dari upaya mendorong lahirnya produk-produk unggulan berbasis masyarakat yang tidak hanya memiliki daya saing ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat identitas daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengembangan usaha kopi yang berkelanjutan.
Dengan dukungan berbagai pihak, Kopi Muting diharapkan mampu menjadi ikon baru kopi Papua Selatan sekaligus memperluas kontribusi sektor perkebunan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Merauke.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- BBPPMT Yogyakarta
- Distrik Muting
- ekonomi masyarakat Papua Selatan
- Festival Kopi 2026
- Festival Kopi Yogyakarta
- hasil perkebunan Merauke
- Jasman Tristanto
- Kabupaten Merauke
- Kampung Seed Agung
- kopi Indonesia
- kopi khas Papua Selatan
- Kopi Muting
- Kopi Muting Merauke
- Kopi Papua Selatan
- kopi unggulan Papua
- pemberdayaan masyarakat transmigrasi
- pengembangan kopi
- petani kopi Merauke
- RKD Coffee Merauke
- Tunggak Santosa










Tinggalkan Balasan