Dua Prajurit Gugur di Aifat, Bupati Maybrat Tegaskan Pendekatan Persuasif Tetap Jadi Prioritas

BATASPAPUA.COM, MAYBRAT — Bupati Maybrat, Karel Murafe menegaskan situasi keamanan di wilayah konflik Kabupaten Maybrat selama satu tahun tiga bulan terakhir relatif kondusif berkat kerja sama intensif antara pemerintah daerah, TNI dan kepolisian.

Menurutnya, berbagai wilayah rawan bahkan telah dikunjungi hampir dua belas kali oleh jajaran pemerintah daerah bersama unsur komando kewilayahan seperti Danrem dan Dandim guna memastikan stabilitas keamanan serta mendorong percepatan pembangunan.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah pendekatan persuasif atau soft approach. Fokusnya pada pembangunan infrastruktur seperti perbaikan jembatan dan jalan yang putus, serta intervensi di sektor pendidikan dan kesehatan,” ujar Murafe, Minggu (22/3/2026) malam.

Ia mencontohkan pembangunan jembatan di wilayah Aikret menuju Aisa yang berhasil diselesaikan sebagai bagian dari upaya membuka akses masyarakat di daerah atas. Pemerintah daerah berharap berbagai langkah tersebut dapat mendorong kelompok yang selama ini berseberangan ideologi untuk kembali turun gunung dan bersama-sama membangun daerah.

Namun situasi kondusif tersebut terguncang setelah terjadi penyerangan di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, Minggu (22/3/2026).

Insiden itu mengakibatkan tiga prajurit TNI terkena tembakan. Dua di antaranya gugur, sementara satu prajurit lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut di Kota Sorong.

Murafe mengaku menerima kabar tersebut saat dirinya berada di wilayah bawah dalam rangka bersilaturahmi pada perayaan Hari Raya Lebaran bersama sejumlah pejabat daerah.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Maybrat, kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas gugurnya dua putra terbaik bangsa yang telah berjuang demi keutuhan NKRI,” katanya.

Usai menerima laporan penyerangan, Bupati Maybrat langsung menghadiri rapat koordinasi bersama Forkopimda Provinsi. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Gubernur, unsur intelijen, serta pejabat terkait guna merumuskan langkah penanganan situasi.

Pada siang harinya, Murafe juga mengunjungi prajurit yang dirawat di rumah sakit serta bertemu dengan komandan satuan Marinir. Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi turut menyerahkan bantuan kepada keluarga dua prajurit yang gugur.

Rencananya, jenazah kedua prajurit akan dipulangkan ke daerah asal untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Murafe menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung aparat keamanan sekaligus mengedepankan komunikasi damai dalam penyelesaian konflik di wilayah atas.

“Ke depan kami akan terus mengambil langkah yang tepat melalui komunikasi persuasif dan pendekatan damai agar stabilitas keamanan tetap terjaga,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!