Jembatan Udara untuk Pedalaman: Penerbangan Perintis Hidupkan Harapan Warga Papua Selatan

Jadwal penerbangan perintis. Foto: Istimewa

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Awal tahun 2026 menjadi kabar gembira bagi masyarakat Papua Selatan, khususnya yang bermukim di wilayah pedalaman terpencil dan sulit dijangkau. 

Pemerintah kembali membuka Penerbangan Perdana Angkutan Udara Perintis Tahun Anggaran 2026, sebuah layanan vital yang selama ini menjadi urat nadi konektivitas antaradaerah.

Penerbangan perdana ini dilayani oleh Maskapai Susi Air dan dilepas secara resmi di Terminal Bandar Udara Mopah Merauke, Senin (5/1/2026).

Program angkutan udara perintis ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam menghadirkan keadilan akses transportasi bagi masyarakat di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

Pelaksana Tugas Kepala Kantor UPBU Kelas I Mopah Merauke, Blasius Basa, S.Sos., M.M, menegaskan bahwa penerbangan perintis bukan sekadar layanan transportasi, melainkan sarana penghubung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pedalaman.

“Ini adalah jembatan harapan. Penerbangan perintis membuka aksesibilitas, mempercepat pergerakan ekonomi, serta mempermudah masyarakat dalam menjangkau layanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik,” ujar Blasius dalam sambutannya.

Blasius juga menyampaikan apresiasi kepada Maskapai Susi Air yang kembali dipercaya mengoperasikan rute perintis melalui skema subsidi pemerintah.

Ia berharap dalam pelaksanaannya, maskapai tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan regulasi.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, S.Pd., M.Sc, menyebut penerbangan perintis sebagai “jembatan emas” yang menghubungkan pusat-pusat layanan dengan wilayah terpencil yang selama ini terisolasi.

“Dengan dibukanya 11 rute penerbangan perintis, mobilitas masyarakat akan semakin baik, terutama untuk akses kesehatan, pendidikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” kata Sekda.

Ia menambahkan, layanan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pedagang, hingga wisatawan.

Namun demikian, peningkatan kualitas sarana dan prasarana bandara di wilayah tujuan penerbangan perintis perlu menjadi perhatian bersama ke depan.

“Pemerintah Provinsi Papua Selatan tentu mendukung penuh layanan ini. Mari kita jaga bersama agar penerbangan perintis ini berkelanjutan dan bahkan dapat menjangkau daerah-daerah lain yang masih membutuhkan,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, Sekda Ferdinandus secara resmi menyatakan dimulainya pelayanan Penerbangan Perdana Angkutan Udara Perintis TA 2026 Koordinator Wilayah Mopah Merauke, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Selatan, Dr. Michael R. Gomar, S.STP., M.Si.

Untuk diketahui, 11 rute penerbangan perintis TA 2026 yang dilayani meliputi Okaba, Kimaam, Bomakia, Mindiptanah, Kepi, Bade, Ewer, Kamur, Senggo, dan Wanam.

Kehadiran kembali penerbangan perintis ini diharapkan tidak hanya memperpendek jarak, tetapi juga memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat Papua Selatan—bahwa dari kota hingga pelosok, semua memiliki hak yang sama untuk terhubung dan maju bersama. (AL/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!