Pemda Pegubin Gencar Berantas Penyakit Sosial. Wabup: Semua Pihak Harus Bergerak!

Wakil Bupati Pegunungan Bintang, Arnold Nam,S.AP. Foto : Aquino Ningdana/Bataspapua.com

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pemda Pegubin) menegaskan komitmen untuk memberantas berbagai bentuk penyakit sosial di wilayahnya.

Dalam rapat koordinasi bersama TNI-Polri dan Tim Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat) yang digelar di Kantor Kesbangpol Pegubin, Senin (20/10/2025), Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP., mengatakan bahwa penanganan penyakit sosial adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Masalah penyakit sosial ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, TNI-Polri, dan Tim Pekat. Seluruh elemen, terutama 34 kepala distrik dan 277 kepala kampung, harus proaktif membantu, karena aktivitas-aktivitas yang meresahkan masyarakat sering muncul di tingkat distrik dan kampung,” tegas Wabup Arnold Nam.

Arnold Nam memerintahkan agar Intelkam segera melakukan pemantauan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan gangguan sosial. Ia menekankan pentingnya tindakan cepat terhadap temuan aktivitas ilegal, termasuk penanaman ganja dan peredaran minuman keras (miras).

“Mulai sekarang, pasang Intelkam di semua titik. Jika ada yang kedapatan menanam ganja, menjual miras, atau terlibat aktivitas ilegal lainnya, segera laporkan ke pihak berwajib. Kita ingin hidup aman dan nyaman di negeri ini,” tegasnya.

Wabup juga menginstruksikan Pemda untuk melakukan pendataan aktivitas masyarakat di seluruh kampung. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi potensi pelanggaran hukum sejak dini dan menekan ruang gerak pelaku penyakit sosial.

“Saya instruksikan, mulai hari ini, data semua aktivitas masyarakat di kampung. Kita harus tahu siapa yang bekerja baik dan siapa yang terlibat aktivitas terlarang. Dari situ, kita bisa basmi penyakit sosial dari akar,” ujarnya.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi yang sudah terbangun antara Tim Pekat, Korlap, dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, S.I.K., M.H.
Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Anto Seven, S.I.K., M.H.

“Kami berterima kasih kepada Tim Pekat dan Korlap yang selama ini telah membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban di Pegubin,” kata Kapolres Anto Seven.

Ia menegaskan bahwa operasi pemberantasan penyakit masyarakat akan terus dilakukan hingga akhir tahun, dan meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan segala bentuk pelanggaran.

“Jika ditemukan penjualan ganja atau miras, segera laporkan. Kami akan langsung ke TKP dan amankan pelaku untuk diproses hukum. Bila memungkinkan, Pemda juga akan membantu membawa kasus ke pengadilan di Wamena,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Pabung Kodim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Erwan Harliantoro, menekankan bahwa pemberantasan penyakit sosial harus dibarengi dengan edukasi hukum dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pabung Kodim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Erwan Harliantoro
Pabung Kodim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Erwan Harliantoro

“Kita tidak hanya memberikan sanksi, tapi juga harus memberi pemahaman tentang hukum, rehabilitasi, dan dukungan moril. Selain itu, masyarakat perlu diberi peluang ekonomi agar tidak tergoda melakukan aktivitas ilegal,” ujar Letkol Erwan.

Kepala Badan Kesbangpol Pegubin, Kalep Alimdam, S.IP., M.KP., mengungkapkan bahwa operasi pemberantasan penyakit sosial telah berjalan sejak Mei 2025. Saat ini, penanganan difokuskan pada penindakan hukum terhadap pelaku.

“Pelaku penyakit sosial seperti PSK, judi togel, pengedar miras, dan narkotika, tidak lagi dikembalikan ke masyarakat, tapi langsung diproses hukum. Kami ingin memberi efek jera,” tegas Kalep.

Kepala Badan Kesbangpol Pegubin, Kalep Alimdam, S.IP., M.KP
Kepala Badan Kesbangpol Pegubin, Kalep Alimdam, S.IP., M.KP

Namun, ia juga menyoroti keterbatasan anggaran sebagai kendala utama dalam pelaksanaan operasi. Ia berharap dukungan lebih besar dari pemerintah daerah agar program pemberantasan penyakit sosial bisa berjalan optimal.

“Masalah utama kita saat ini adalah anggaran. Kami berharap ke depan, dukungan pembiayaan lebih kuat agar kegiatan pemberantasan penyakit sosial bisa dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya. (AN/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!